Pindah Sementara ke Pop!_OS

Nama System76 mungkin belum seterkenal Asus, HP, Lenovo atau Dell dalam urusan memproduksi perangkat keras. Namun, di komunitas open-source, nama perusahaan ini cukup disegani karena menyediakan laptop, desktop bahkan server yang memang didesain untuk menjalankan sistem operasi bersifat open-source.

Saat Ubuntu ‘membuang’ Unity untuk kembali ke GNOME, System76 memilih membuat Ubuntu versi mereka sendiri yang masih tetap mempertahankan Unity dan menyebutnya sebagai Pop!_OS. Sederhananya, begitulah awal dimulainya sistem operasi yang saat ini saya gunakan.

Beberapa bulan lalu, saya mulai berusaha pindah dari Windows dan mencoba berbagai distro Linux mulai dari Ubuntu, Linux Mint, ElementaryOS hingga distro yang berbasis Arch Linux seperti Manjaro dan Antergos. Namun, pada akhirnya saya selalu kembali ke ElementaryOS karena terlihat paling sederhana dan tidak ribet.

Namun, pada akhirnya saya merasa bosan dengan ElementaryOS dan mencari distro lainnya dan pilihan itu akhirnya jatuh ke Pop!_OS. Alasannya sederhana: pertama, distro ini masih berbasis Ubuntu, jadi tidak akan terlalu berbeda dengan distro yang selama ini saya gunakan & alasan kedua adalah karena tampilannya yang tidak kalah cantik dengan ElementaryOS.

Pop!_OS yang Ramah NVIDIA

Masalah yang sering saya alami saat gonta-ganti distro adalah terkadang beberapa distro tidak secara otomatis mencari driver yang tepat untuk kartu grafis yang digunakan oleh komputer saya. Pop!_OS adalah salah satu distro yang begitu ramah terhadap produk-produk Nvidia dengan menyediakan versi download khusus yang sudah berisikan driver untuk kartu grafis buatan Nvidia.

Bukan sekedar menemukan driver yang tepat, AppCenter yang dimiliki oleh Pop!_OS juga mempermudah melakukan update terhadap driver yang dimaksud sehingga performa komputer akan selalu maksimal.

Desainnya Cantik dan Modern

Saya jatuh cinta pada ElementaryOS karena desainnya yang cantik, walau sulit dipungkiri sangat mirip dengan pengalaman yang diberikan oleh macOS buatan Apple. Sebaliknya, Pop!_OS mempertahankan pengalaman yang diberikan oleh Ubuntu, namun mempercantiknya dengan desain ulang di bagian ikon, fungsi dan beberapa fitur.

Pop!_OS mempertahankan fungsi dan fitur dari GNOME yang dianggap sudah bagus dan mempercantik desain yang mereka anggap bisa ditingkatkan. Hasilnya adalah tampilan sistem operasi yang bukan sekedar cantik, tapi juga memberikan pengalaman yang enak digunakan.

Fitur Sederhana yang Sebenarnya Berguna

Pop!_OS didesain dengan tujuan sebagai daily driver bagi para penggunanya, jadi tidak heran jika beberapa fitur sederhana disematkan pada distro ini misalnya keyboard shortcut, workspace, windows snapping, do not disturb mode, dan night light mode.

Fitur-fitur diatas memang tergolong sederhana, namun bagi beberapa orang, fitur sesederhana itu bisa sangat membantu dalam pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari mereka. Misalnya, bagi saya yang sering menulis, keyboard shortcut sangat berguna untuk bernavigasi tanpa perlu menggerakan tangan dari atas keyboard untuk meraih touchpad maupun mouse.