Mengenal Wolverhampton Wanderers F.C.

Beberapa klub sepakbola di Inggris memang dikenal memiliki sejarah panjang dibelakangnya. Nama-nama seperti Aston Villa, Stoke City, Everton dan Wolverhampton Wanderers bahkan merupakan bagian dari liga sepakbola profesional tertua di dunia yang pertama kali diadakan tahun 1888-89. Namun, pada artikel kali ini, sesuai judulnya, kita akan membahas tentang Wolverhampton Wanderers F.C (disingkat Wolves) yang baru saja kembali ke Premier League dan mendapat sponsor dari salah satu perusahaan asal Asia Tenggara, W88.

Wolves awalnya bernama St. Luke’s FC dan merupakan bagian dari 12 klub yang menjadi peserta Football League (liga sepakbola profesional tertua di dunia) edisi perdana. Wolves bisa disebut sebagai klub menengah, namun di tahun 1950-an, klub ini pernah menjadi juara liga sebanyak tiga kali dibawah pelatih Stan Cullis. Sebuah pencapaian yang sampai saat ini belum bisa terulang oleh Wolves.

Sebagai salah satu klub tua di Inggris Raya, Wolves tentu punya banyak cerita. Berikut ini beberapa diantaranya:

Berkandang di Stadion Legendaris : Molineux Stadium

Nama Molineux Stadium mungkin kalah tenar dibandingkan nama-nama sekelas Old Stafford atau Stamford Bridge. Namun, jika bicara tentang sejarah, Molineux merupakan salah satu stadion sepakbola yang punya banyak sejarah. Stadion ini merupakan salah satu stadion pertama yang digunakansecara khusus untuk menjadi ‘kandang’ bagi klub sepakbola peserta liga di tahun 1889. Sejak 1889 hingga saat ini, Wolves adalah penghuni setia dari stadion ini.

Diawal kehadirannya, Molineux juga sempat menjadi stadion dimana tim nasional Inggris bertanding melawan negara-negara lain seperti Wales, Irlandia dan Denmark di tahun 1800-an. Sementara, di masa sekarang, tim nasional Inggris U-21 yang kerap menggunakan stadion ini untuk pertandingan internasional mereka.

Di tahun 1950-an, saat televisi menjadi konsumsi masyarakat Eropa secara masif, Molineux Stadium menjadi stadion pertama di Inggris yang menggunakan lampu sorot (floodlight) untuk memanjakan para penonton televisi. Tidak heran jika stadion ini juga dipercaya menjadi tuan rumah untuk pertandingan awal klub-klub Eropa.

Di tahun awal musim 2018/19, Molineux Stadium juga dinobatkan sebagai stadion paling ‘berisik’ di Premier League. Padahal, kapasitas stadion ini hanya sekitar 30.000 tempat duduk, bandingkan dengan kandang Manchester United, Old Trafford yang memiliki kapasitas lebih dari 70.000 tempat duduk namun masih kalah berisik. Hal ini tidak terlepas dari para pendukung Wolves yang memang dikenal loyal.

Black Country derby

Sejumlah klub di Liga Inggris sejak lama diketahui memiliki rivalitas tinggi yang terkadang berujung pada laga yang keras dan penuh emosi bahkan bisa berlanjut ke luar stadion antar kedua pendukung. Wolves sendiri merupakan bagian dari Black Country derby antara Wolverhampton Wanderers, West Bromwich Albion dan Walsall. Namun, karena Walsall bertanding di level liga yang berbeda, Black Country derby lebih sering merujuk pada pertandingan antara Wolves dan Albion.

Baik Wolves maupun Albion memang dikenal ‘membenci’ Aston Villa, namun baik Wolves maupun Albion sepertinya lebih membenci satu sama lain dibandingkan Villa.

Di dalam stadion, rivalitas keduanya ‘hanya’ terlihat dari tensi pertandingan yang terasa sangat panas dan sorakan-sorakan antar pendukung. Namun, di tahun 1950-an, dimana kedua tim merupakan tim papan atas di Liga Inggris, rivalitas kedua tim melebar hingga ke luar stadion dan membuat polisi harus memberikan penjagaan ketat setiap derby terjadi.

Pertanda Baik Diawal Musim 2018/19

Wolves akhirnya kembali ke liga tertinggi, Premier League setelah absen selama 6 tahun terakhir. Di pertandingan pra-musim, Wolves berhasil menahan imbang Ajax dan Stoke City namun kalah melawan Derby County, klub divisi Championship.

Di tiga pertandingan awal Premier League, Wolves berhasil menahan imbang Manchester City dan Everton dan hanya kalah sekali melawan Leicester City. Ini merupakan pertanda yang cukup baik bagi diawal musim bagi Wolves untuk setidaknya bertahan di Premier League hingga musim depan.

Related Incoming Search Term: