Happy Time

Kesan Bermain Tyranny

Tyranny adalah sebuah game bergenre RPG yang dirilis oleh Paradox Interactive, tapi apa yang benar-benar membuat saya mempertimbangkan untuk bermain game ini adalah developer dibaliknya, yaitu Obsidian Entertainment. Obsidian sendiri dikenal sebagai salah satu developer yang punya reputasi mentereng dalam urusan kualitas cerita dan pengalaman bermain dalam sebuah game, sebut saja Alpha Protocol, Fallout : New Vegas hingga Pillar of Eternity.

Jika hanya dilihat dari kualitas grafisnya yang menggunakan desain isometric, game ini mungkin akan dianggap terlalu ‘mahal’. Tapi, pecinta RPG pasti sudah paham bahwa apa yang menjadi nyawa sebuah game RPG adalah kedalaman cerita yang dimilikinya.

Sinopsis

Tyranny mengambil latar di sebuah benua bernama Terratus. Overlord Kyros, sebuah entitas dengan kekuatan luar biasa, sedikit lagi akan menyelesaikan 400 tahun perjalanannya untuk menguasai seluruh benua. Kyros tidak pernah menunjukan dirinya di hadapan umum, sehingga tidak ada yang pernah tau apakah Kyros itu laki-laki atau perempuan, satu orang atau sebuah kelompok atau bahkan seekor mahluk buas.

Dibawah Kyros ada para Archons, orang-orang dengan kekuatan sihir yang tidak kalah luar biasa. Dan salah satu dari para Archons ini adalah Archon of Justice, Tunon yang menjadi pemimpin para Fatebinder. Fatebinder adalah agen-agen tertinggi dalam struktur kepemimpinan Kyros yang punya tugas untuk menyelesaikan konflik dan menegakkan hukum Kyros, Fatebinder berperan sebagai hakim, jaksa dan eksekutor.

Karakter utama dalam Tyranny adalah salah satu Fatebinder termuda dalam kekuasaan Kyros, dia memiliki tugas untuk menyampaikan sebuah Edict, salah satu sihir terkuat yang dimiliki Kyros. Wilayah terakhir yang belum dikuasai Kyros adalah Tiers, dimana para pasukan Kyros justru saling bertikai dan bukannya melawan para pemberontak.

Dalam perjalannya untuk menguasai Tiers dibantu oleh dua pasukan Kyros yaitu Disfavored dan Scarlet Chorus, karakter utama akan bertemu karakter-karakter lainnya, menyelsaikan misi utama dan side mission serta memiliki pilihan-pilihan yang memiliki konsekuensi yang cukup besar dalam cerita.

Kesan Bermain Tyranny

Konsep “Jahat” yang Keren

Genre RPG lebih banyak punya satu pattern yang sama yaitu karakter utama adalah orang baik yang kemudian menjadi orang hebat.  ‘Sayangnya’, Tyranny memberi pilihan yang lebih menyenangkan, yaitu menjadi orang jahat sejak awal. Lebih mengesankan lagi, kesan ‘jahat’ yang dimiliki dalam game ini tidak umum dimana orang jahat adalah mereka yang melakukan tindakan-tindakan jahat pada orang lain.

Konsep ‘jahat’ dalam Tyranny adalah sesuatu yang sangat berbeda dan hal ini membuatnya menyenangkan untuk menjadi orang jahat, walau tetap ada pilihan untuk menjadi orang baik.

Engine dan Rasa yang sama dengan Pillar of Eternity

Jika melihat dan Tyranny dan Pillar of Eternity di permukaan, keduanya memang memiliki banyak hal yang membedakannya. Tapi, jika melihat detailnya, keduanya seakan merupakan game yang sama. Tidak mengherankan sebenarnya, mengingat Tyranny menggunakan engine yang sama dengan Pillars of Eternity.

Penggunaan engine yang sama menyebabkan tidak banyak improvisasi yang bisa dilakukan dari segi kualitas grafis. Tapi, ada beberapa hal lain yang justru sangat meningkat dibanding Pillars of Eternity di Tyranny seperti kemampuan AI, performa dan tentu saja kualitas cerita.

Kesimpulan

Tyranny adalah tipikal RPG ‘tradisional’ yang punya kedalaman cerita yang matang. Sayangnya, Tyranny juga merupakan game singkat dimana keseluruhan ceritanya tidak ada pada satu game, melainkan melalui DLC maupun sequel. Jadi, walau harga utamanya hanya sekitar $30, tapi dengan harga itu, Tyranny belumlah selesai dan tuntas.

Pace gameplay dari Tyranny juga cenderung agak lambat dibanding RPG umumnya, pact 1 adalah bagian paling mengesankan dari Tyranny. Namun setelahnya, gameplay cenderung lebih repetitif dan lambat. Jadi, apakah Tyranny pantas untuk dimainkan? IYA! Apakah Tyranny pantas ditebus dengan $30? Mending tunggu diskon.

Ingin Memiliki Mobil Sebelum Usia 30 Tahun? Tentu Saja Bisa!
Cara Terbaik Merekam Game di Android
Apple Pie Smoothie Bowl
Aneka Kue Tradisional Indonesia yang Bisa Dibuat Tanpa Oven
Inilah Komponen pada Kulkas dan Fungsi Tiap Bagiannya
4 Minuman Teh Unik dari Seluruh Dunia
Kenapa Sulit Menolak Minuman Bersoda?
SAO II Sinon
SAO Wallpaper Kini Tersedia di CNET
Loadout : Kenangan dan Kesalahan Sebuah Game Free-to-Play
Review LIT High Performance In-ear Earphone dari SOUL
Kesan Bermain Tyranny
Review HP Gaming Headset H300
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron