Happy Time

Harapan untuk Skull and Bones

Ajang Electronic Entertainment Expo (E3) biasanya menjadi tempat bagi para developer dan publisher game untuk mengumumkan game terbaru mereka. Hal ini juga terjadi pada E3 2017 kali ini. Saat artikel ini ditulis, masih sekitar 1,5 jam lagi sebelum Sony/PlayStation melakukan konferensi dan memberi pengumuman mereka. Tapi, karena saya pribadi menganggap video game ini istimewa, jadi saya tidak bisa menunggu untuk menuliskannya.

Judulnya adalah Skull and Bones, dibuat oleh Ubisoft Singapore bekerjasama dengan Blue Byte dan Chengdu. Apapun yang dikatakan oleh developernya dan Ubisoft, game ini sudah sangat-sangat jelas menjawab kesuksesan dari Assassin’s Creed Black Flag.

Kenapa saya menganggap game ini istimewa?

  1. Saya pribadi memang suka dengan apa yang ditawarkan oleh game ini yaitu kapal layar dan bajak laut. Dan sekarang saya bisa mendapat kesempatan untuk memainkan video game yang menu utamanya adalah dua hal itu.
  2. Saya memainkan AC Black Flag dan apapun kata kritikus, saya menyukai game tersebut dan hal-hal yang ditawarkan termasuk bagaimana pertarungan dengan kapal layar yang ditawarkan.

Skull and Bones akan memiliki fokus utama pada sisi multiplayer, namun masih memberi kesempatan para pemain pada permainan solo, mirip seperti apa yang dilakukan For Honor. Developernya juga mengatakan bahwa laut adalah bagian yang sangat dinamis pada game ini, saya sih belum yakin apa maksudnya, tapi semoga sesuatu yang baik. Nah, berikut ini beberapa harapan saya untuk Skull and Bones :

Lautan Dinamis

Saya ingin fokus pada apa yang dikatakan developernya soal lautan. Jika melihat pada Black Flag, lautnya sudah cukup menarik, ada event, ada harta karun, ada ikan dan bahkan badai. Saya harap semua itu setidaknya bisa dibawa ke Skull and Bones dan akan memberi pengaruh besar pada permainan.

Kustomisasi ‘Kotor’

Dalam imajinasi saya, kapal bajak laut tidak seharusnya ‘bersih’ dan haruslah cenderung terlihat kurang terawat dan ‘kotor’ mirip seperti Black Pearl milik Jack Sparrow. Jika menengok For Honor, kustomisasi yang ditawarkan oleh Ubisoft sepertinya akan cukup menarik dan membuat setiap kapal bisa terlihat unik dan berbeda.

Roaming

Skull and Bones bahwa mereka adalah tipikal “shared open world” yang artinya tindakan yang dilakukan seorang pemain, misalnya membajak kapal dagang di suatu perairan, akan membuat sebuah dampak. Saya sih masih belum yakin apa artinya, apakah ketika saya membajak kapal dan mendapat banyak harta, lalu bisa tiba-tiba muncul kapal-kapal bajak laut lain yang ingin mengambilnya.

Tapi mengingat bahwa game ini memberikan kesempatan untuk solo player, saya punya harapan semoga bisa menjelajah gak jelas di game ini untuk mencari One Piece.

Tahan Lama

Oke, ini adalah puncak permasalahannya. Saya punya harapan besar bahwa Ubisoft berlajar banyak dari ‘kegagalan’ For Honor (sebenarnya tidak bisa dibilang gagal sih, mengingat keuntungan yang didapat dari game ini). Tapi, per Juni 2017, sekitar 4 bulan sejak perilisannya, 95%, tulis ulang, 95% pemain di Steam tidak memainkan For Honor lagi.

Saya tidak tau data pemainnya di konsol, tapi angka 95% bahkan jauh lebih besar dari The Division, yaitu 93%. Lalu, apa masalahnya?

  1. Rainbow Six : Siege dan For Honor memakai jenis koneksi peer-to-peer ini, dan hasilnya matchmaking berlangsung lama, dan jenis koneksi ini sebenarnya kurang bagus untuk competitive multiplayer. Rainbow Six Siege sudah mengganti jenis koneksi multiplayernya dan hasilnya? Jumlah pemainnya bertambah!
  2. For Honor khususnya dianggap sebagai game yang Pay-to-Win, hal ini terjadi karena gear yang didapat dengan membayar punya statistik yang sangat unggul daripada gear yang bisa didapatkan secara gratis karena bermain. Hal semacam ini akan sangat mudah merusak ekosistem game competitive multiplayer.

Harapan terakhir : Diterima sebagai Beta Tester.

Saya punya harapan besar pada game ini karena kesukaan pribadi saya pada kapal layar dan bajak laut, jadi saya ingin melihat game ini lebih dulu dari orang lain dan bahkan kalau bisa memberikan masukan. Beta Phase menjadi salah satu cara yang bisa saya lakukan walau sepertinya harus menunggu hingga tahun depan, karena game ini baru akan dirilis pada Musim Gugur 2018.

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Kenapa Sulit Menolak Minuman Bersoda?
SAO II Sinon
SAO Wallpaper Kini Tersedia di CNET
Info Lomba Terbaru 1.0
Info Lomba Terbaru 1.0 Apk
Ari Kurniawan [dot] Net App
AriKurniawan [dot] Net Android App
Mobile Legends vs Vainglory vs Mobile Arena
Harapan untuk Skull and Bones
Kesan Bermain Iron Blade : Medieval Legends RPG
Review One More Light
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron