Stories

Ada Apa di Venus?

Orang-orang menatap langit dengan pandangan kosong saat pesawat terakhir meninggalkan bumi untuk menuju Kaisar, sebuah kapal induk raksasa yang dibangun oleh manusia dengan tujuan mencari planet baru yang layak huni. Mereka yang masih tertinggal di bumi tidak sedikit pun menaruh harapan mereka pada orang-orang di Kaisar, karena mereka tahu, bahwa mereka sudah ditinggalkan untuk membusuk di bumi. Mereka yang berada di Kaisar adalah ‘orang-orang terpilih’ atau ‘ditakdirkan’, bukan karena kemampuan, tapi karena uang yang mereka miliki.

Diyo adalah salah satu anak yang menatap pesawat terakhir tersebut meninggalkan bumi, dia ditinggalkan oleh kedua orangtuanya karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk mengajak Diyo ke Kaisar. Dia ditinggalkan bersama neneknya di bumi yang semakin hari semakin membusuk.

“Kamu tidak boleh membenci mereka.”, seseorang dari belakang dan menepuk bahu Diyo yang terdiam menatap langit.

“Aku tidak membenci mereka karena meninggalkanku, nek. Aku benci karena orangtuaku adalah pengecut. Pengecut yang meninggalkan anak dan ibunya menghadapi masalah sendirian.”

“Pesawat terakhir sudah berangkat. Kira-kira berapa waktu yang tersisa untuk bumi?”, layar raksasa yang ada di setiap penjuru kota sedang menyiarkan berita.

“Menurut perhitungan kami, bumi masih punya waktu lebih dari 50 tahun. Dan itu adalah waktu yang cukup bagi misi Kaisar untuk menemukan planet baru yang bisa kita huni bersama. Bersama.” jawab seorang ahli.

“Kau lihat itu, mereka masih saja mengatakan kebohongan bahkan setelah mereka meninggalkan planet ini. Kita semua tahu, mereka tidak akan kembali. Kita tahu bahwa apa yang ada di layar raksasa itu sudah direkam berbulan-bulan lalu. Dasar g0blok.” kata seorang gadis muda seusia Diyo yang datang dari balik pagar rumah.

“Lalu, kau mau mereka berkata yang sejujurnya dan menyebabkan kepanikan massal?” kata Diyo dengan dahi berkerut.

“Kepanikan massal itu pasti terjadi, yang belum pasti hanyalah waktunya. Bisa besok, seminggu lagi atau nanti sore.”

Diyo dan Mantra adalah sahabat sejak kecil. Mereka bercita-cita untuk pergi ke luar angkasa bersama-sama suatu hari nanti. Tapi, mimpi mereka hancur saat puncak pemanasan global terjadi pada 2077 dimana laut mati mengering dan es yang tersisa di Kutub Selatan tidak lebih luas dari gabungan Green Land. PBB pun memulai proyek Kaisar, dimana mereka membawa orang-orang terpilih untuk mencari planet baru layak huni sebelum bumi benar-benar tidak layak huni.

Proyek yang didanai oleh hampir semua negara di dunia ini menyebabkan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan dipotong habis-habisan di banyak negara. Banyak negara yang tidak ingin memotong anggaran militer mereka karena alasan keamanan negara, alhasil, selama proyek ini berjalan, jutaan orang dilaporkan meninggal akibat tidak mendapat obat.

Perakitan kapal induk Kaisar dilakukan di luar angkasa, hampir setiap bulan, ada bagian dan beberapa awak yang diterbangkan ke luar angkasa. Menggunakan ISS sebagai rangka awal, Kaisar memakan waktu hingga 10 tahun untuk pengerjaannya. Jumlah roket yang diterbangkan menuju Kaisar sangat banyak, termasuk roket dari orang-orang yang ingin sekedar berwisata melihat Kaisar dan hal ini menyebabkan pemanasan global akibat polusi semakin tinggi, belum lagi polusi dari pabrik yang memproduksi komponen Kaisar.

Banyak orang yang menyebut Kaisar sebagai proyek yang justru mempercepat kerusakan bumi menghilang begitu saja. Entah mereka ditemukan meninggal karena sakit atau benar-benar menghilang tanpa sebab.

“Nenek melihat tatapan optimis di mata kalian berdua. Apa sebenarnya yang kalian rencanakan?” kata Nenek Diyo memecah keheningan.

“Nenek memang selalu tahu. Hahaha…” jawab Mantra dengan sedikit tertawa.

“Orang-orang di Kaisar akan keluar dari galaksi ini dan menuju galaksi terdekat untuk mencari planet layak huni. Bahkan dengan teknologi warp secanggih sekarang, mereka tetap butuh waktu untuk menemukannya. Ditambah isi kapal induk gendut itu lebih banyak hanya orang-orang bodoh berduit.”

“Jadi, apa yang kalian semua rencanakan?”

“Kami punya satu misi utama, yaitu menyelamatkan bumi. Dan untuk melakukan itu, kami perlu semua orang yang masih tersisa di bumi untuk menuju ke Venus.”

“Ada apa di Venus?” Tanya Nenek Diyo penasaran.

Cara Edit Foto dengan Latar Bergerak Pakai Aplikasi Plotagraph
Inspirasi Bisnis Es Batu Higienis yang Praktis dan Menguntungkan
Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
4 Minuman Teh Unik dari Seluruh Dunia
Kenapa Sulit Menolak Minuman Bersoda?
SAO II Sinon
SAO Wallpaper Kini Tersedia di CNET
Info Lomba Terbaru 1.0
Info Lomba Terbaru 1.0 Apk
Beyond Skyrim, Satu Lagi Bukti Skyrim Belum Mati
Mobile Legends vs Vainglory vs Mobile Arena
Harapan untuk Skull and Bones
Kesan Bermain Iron Blade : Medieval Legends RPG
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron