Tipe-Tipe Investasi Anti-Ribet

Mendengar kata “investasi”, banyak orang, terutama anak muda usia 20 tahunan akan langsung merasa agak risih. Hal ini karena masih banyak yang beranggapan bahwa berinvestasi baru boleh dimulai saat seseorang sudah memiliki penghasilan tetap dan bisa menyisihkan-nya untuk berinvestasi. Padahal, investasi justru semakin baik saat semakin awal dimulai.

Memulai berinvestasi lebih awal, walau dalam jumlah kecil tidak akan pernah merugikan. Menyisihkan uang jajan sedikit demi sedikit yang kemudian diinvestasikan pada barang, surat berharga dan model investasi lainnya pada akhirnya akan memberikan keuntungan di tahun-tahun mendatang atau bahkan mungkin lebih cepat.

Sebenarnya, salah satu alasan yang membuat banyak orang ‘mala’s untuk berinvestasi adalah anggapan bahwa berinvestasi itu merupakan sesuatu yang ‘ribet’ dan memerlukan banyak perhitungan dalam membaca pasar, tren bisnis dan sebagainya. Padahal tidak semua investasi seperti itu.

Berikut ini adalah investasi yang paling menguntungkan namun tetap anti-ribet. Anti-ribet disini dalam artian tidak direpotkan untuk sering-sering memantau tren pasar dan bisnis.

Properti

Banyak orang berkata bahwa properti adalah investasi yang memiliki risiko sangat kecil, dan hal itu sebenarnya tidak salah. Jika melihat secara garis besarnya, nilai properti tidak pernah benar-benar anjlok. Hal yang paling sering terjadi adalah pasar yang lesu dimana tidak banyak terjadi transaksi jual-beli properti. Nilai properti juga memiliki tren yang meningkat setiap tahunnya, hal ini tidak terlepas dari semakin terbatasnya lahan untuk perumahan di daerah kota dan meningkatnya populasi yang tentunya memerlukan rumah untuk tinggal.

Sambil berinvestasi, properti bisa juga mendatangkan penghasilan tambahan dengan cara disewakan atau digunakan sebagai tempat usaha. Sayangnya, berinvestasi di properti membutuhkan modal yang lumayan hingga sangat besar karena harga rumah atau tanah tidaklah murah, apalagi di lokasi strategis dan properti bukanlah sesuatu yang mudah ‘diuangkan’ saat memerlukan dana segar dalam waktu cepat.

Logam Mulia

Jika properti dirasa terlalu mahal, logam mulia bisa menjadi solusi bagi Anda. Modal untuk berinvestasi di logam mulia tidak sebesar berinvestasi properti, harga logam mulia juga cenderung stabil bahkan terus meningkat karena jumlahnya yang terbatas.

Kelemahan dari investasi logam mulia adalah sangat rawan untuk dicuri jika disimpan di rumah. Sementara, jika memilih menggunakan deposit box, tentu ada harga yang harus dibayar.

Barang Koleksi

Jika logam mulia masih dirasa terlalu mahal, maka berinvestasi di barang koleksi mungkin tidak akan terasa ‘mahal’ karena merupakan bagian dari hobi yang bisa ditekuni. Ada berbagai barang koleksi yang bisa dijadikan investasi mulai dari yang umum seperti lukisan dan barang antik hingga yang kurang umum seperti mainan, action figure dan sebagainya.

Memulai berinvestasi melalui barang koleksi sebenarnya bersifat relatif, karena barang yang layak dikoleksi sendiri harganya tidak bisa dibilang murah. Tapi, jika sudah atas nama “hobi” sepertinya harga bukan lagi masalah.