Catatan

Tempat Menulis Baru di Medium.com

Pada dasarnya, saya adalah orang yang mudah sekali bosan. Bosan dalam berbagai hal, bosan ketika bermain sebuah game, bosan dengan makanan yang itu-itu saja, bosan dengan hubungan yang gitu-gitu aja, hingga bosan dengan tempat saya menulis selama ini. Selama ini, saya memiliki setidaknya 2 tempat menulis yang paling sering saya ‘kotori’ yaitu blog ini dan dearryk.com, belakangan bersama teman-teman di channel Kakap Bros, saya juga ‘mengotori’ Youtube dengan beberapa video.

Karena masih nuansa-nuansa tahun baru (saat artikel ini ditulis), maka saya juga ingin punya tempat menulis baru. Sebenarnya sih saya sudah ada 2 pilihan tempat baru untuk menulis, yaitu sebuah blog baru yang saat artikel ini ditulis masih dalam tahap perbaikan terakhir dan sebuah platform menulis baru yang sudah menarik perhatian saya sejak lama.

Platform itu adalah Medium.com, mungkin belum begitu terkenal di Indonesia, tapi di luar sana, platform ini adalah tempat berbagi cerita, ide dan perspektif bagi banyak orang mulai dari orang biasa, aktor, inovator hingga para pemimpin sekelas Barack Obama.

Dan salah satu yang membuatnya istimewa bagi saya adalah foundernya merupakan orang yang sama yang membuat platform blogger.com bahkan mempopulerkan kata “blogger” dan juga salah satu founder dari Twitter, yaitu Evan Williams. Jika Steve Jobs diakui sebagai salah satu inovator di bidang teknologi yang berhubungan dengan smartphone, pemutar musik dan komputer, maka Evan Williams merupakan salah satu inovator di bidang teknologi seputar media dan publikasi.

Medium.com menarik perhatian saya sejak beberapa tahun terakhir karena setidaknya 2 hal :

Konten dari para penggunanya

Sudah cukup lama sejak terakhir saya bisa menemukan sebuah platform dimana konten-kontennya bisa menarik perhatian saya. Ya, walaupun saat ini butuh usaha lebih untuk membacanya karena sebagian besar konten di Medium.com berbahasa Inggris dan beberapa artikel sering menggunakan istilah atau kata yang jarang saya baca.

Salah satu contoh konten-konten yang menarik perhatian saya adalah tulisan dari CEO VaynerMedia, Gary Vaynerchuk. Saya tidak tau siapa itu Gary Vaynerchuk, saya juga tidak tau apa itu VaynerMedia, tapi tulisan-tulisannya seputar perilaku dan data pengguna media sosial sangatlah menarik untuk saya.

Belum lagi rekomendasi bacaan harian yang diberikan Medium.com pada saya melalui aplikasi atau email yang hampir setiap harinya memberikan sesuatu yang benar-benar menarik sesuai dengan minat saya.

Tampilannya yang sederhana

Sederhana dalam artian sesungguhnya. Saat pertama kali berkunjung ke Medium.com, siapapun akan punya kesan yang sama, tampilannya sangat-sangat sederhana. Sebuah latar putih dengan sedikit garis-garis berwarna abu-abu untuk membagi sections dan sedikit corak abu-abu yang lebih gelap. Dari tampilannya, mungkin banyak yang tidak percaya kalau pada tahun 2015 saja, Medium.com memiliki nilai mencapai 400 juta dollar Amerika Serikat.

Tampilan sederhana dari Medium.com ini dikarenakan berbagai hal, tapi salah satunya adalah tidak adanya iklan (saat artikel ini ditulis) yang ‘mengganggu’ di bagian sidebar atau di bagian artikel.

Jadi, tahun 2017 ini, saya berharap bisa menulis lebih banyak artikel lagi, di lebih banyak tempat. Berharap agar ide-ide dan perspektif saya bisa dibaca oleh banyak orang. Bagi yang berminat, bisa membaca tulisan saya di [email protected]

 

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
Vainglory 2017
Kesan Bermain For Honor Beta
Skyblivion, Pengalaman Oblivion Bertemu Grafis Skyrim
Kesan Bermain Orwell
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron
VG Lore : Ozo
VG Lore : Joule