Review ROCK Zircon

Earphone Rock Zircon disebut-sebut sebagai salah satu earphone terbaik di kelasnya, yaitu kelas ‘kere hore’, dengan harganya yang murah namun kualitas tidak murahan.

Sedikit cerita, sebelumnya saya menggunakan earphone LIT High Performance dari SOUL. Setelah 6 bulan pemakaian, earphone ini mulai menunjukan gejala mulai rusak dimana salah bagiannya kadang tidak bisa memberikan suara yang maksimal. Namun, pada dasarnya masih bisa dipakai.

Karena memang sudah memiliki tabungan untuk membeli earphone baru, maka saya memutuskan untuk membeli lebih awal. Pilihan saya akhirnya jatuh pada Rock Zircon, sebuah earphone yang kabarnya walau berharga cukup murah, namun memiliki kualitas audio yang baik. Tapi, apakah benar demikian?

Tampilan

Dibanding LIT High Performance, Rock Zircon punya tampilan yang sedikit ‘lebih mewah’. Bagian rumahnya terbuat dari bahan campuran antara ceramic dan plastik yang membuatnya terlihat sangat glossy. Sementara bagian tombol, Y-split dan ujung kabelnya terbuat dari bahan semacam metal yang membuat beban earphone ini lebih berat, namun bahan ini membuat earphone ini terasa lebih solid dari earphone yang sepenuhnya terbuat dari plastik.

Kabel pada bagian dari ujung hingga sebelum Y-split dilapisi oleh bahan campuran antara benang dan karet, yang bagi saya pribadi membuatnya terasa lebih kuat dan menambah sedikit tambahan perlindungan pada kabel itu sendiri. Sebagai pengguna yang tergolong sangat ceroboh, tambahan perlindungan semacam ini sangatlah pas untuk saya.

Sayangnya, ada satu hal yang saya pribadi kurang sukai. Saya tahu bahwa Rock Zircon punya dua varian warna, yaitu hitam dan putih. Tentu, agar warnanya serasi dengan OnePlus One milik saya, saya memilih warna hitam. Sayangnya, earphone yang datang tidak sehitam gambarnya. Warna earphone ini lebih dominan abu-abu.

Performa

Awalnya, saya pribadi kesulitan memilih eartips yang pas dengan telinga saya. Tapi, kesalahannya ternyata bukan ada pada eartips, melainkan bentuk earphone ini yang memang agak melengkung dibagian eartips, berbeda dengan LIT High Performance yang selama ini saya gunakan.

Soal kualitas suara, impresi awalnya saya sih sebenarnya agak kecewa. Karena bass yang dihasilkan earphone ini tidak sekuat earphone sebelumnya, apalagi belakangan ini, saya lebih sering mendengarkan musik-musik yang kaya dengan unsur bass *apalah. Tapi, setelah kurang lebih 2 minggu pemakaian, saya sudah mulai bisa menerima ‘kekurangan’ itu dan menyadari kelebihan earphone ini.

Earphone ini adalah tipikal yang sangat ‘nikmat’ digunakan untuk mendengar musik-musik pop, jazz dan alternative rock. Suara vokal yang dihasilkannya sangat bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan earphone saya yang sebelumnya, tapi ya itu, bassnya emang agak lemah.

Untuk kualitas microphone yang dimiliki, saya memang tidak punya ekspektasi terlalu tinggi untuk earphone semurah ini. Intinya, saat digunakan untuk melakukan panggilan, suara kita masih terdengar jelas dan lumayan jernih bagi lawan bicara.

Kesimpulan

Kesimpulan akhirnya, earphone ini cocok bagi siapa sih?

Earphone ini cocok bagi kalian yang menginginkan earphone dengan kualitas lumayan bagus dengan harga dibawah 200 ribu Rupiah. Earphone ini punya build quality yang luar biasa baik untuk kelas harganya, tampilannya pun tidak terasa murahan sama sekali.

Kekurangan earphone ini ada pada bobotnya yang lumayan berat, terutama di bagian ‘rumah’. Menurut saya pribadi, kualitas suara bass yang dihasilkan juga masih kurang. Namun, suara bass yang kurang powerful ini sangat mudah diakali dengan software yang tersedia gratis di smartphone maupun komputer.


Related Incoming Search Term: