Review ATH-CLR100is dari Audio Technica

Selama 6 bulan terakhir, saya menggunakan SoundMagic ES18S untuk mendengarkan musik. Sayangnya, karena kesalahan sendiri, akhirnya earphone itu pun rusak atau lebih tepatnya putus pada salah satu kabelnya sehingga saya harus mencari penggantinya. Sebelumnya saya pernah menulis bahwa sebenarnya menginginkan SoundMagic E10 yang punya desain lebih ‘kokoh’, tapi karena faktor “U”, pilihan saya jatuh pada Audio-Technica ATH-CLR100is.

Harga pasaran internasional untuk earphone ini sekitar $15, jadi kalau dirupiahkan mungkin sekitar 150-190 ribu tergantung warna dan harga dari penjualnya. Salah satu alasan saya memilih earphone ini adalah karena nama Audio-Technica yang saya ketahui sebagai produsen headphone dengan kualitas premium, jadi seharusnya earphone mereka juga punya kualitas yang mumpuni.

First Impression

Ketika pertama menerimanya langsung dari kurir, kesan pertama saya adalah… ‘ehm…oke’. Kemasannya terlihat biasa saja, tapi setidaknya terlihat dan terasa kuat dalam artian agak susah dibuka. Satu yang saya sayangkan dari ATH-CLR100is adalah tidak adanya cord wrap seperti pada seri ATH-CLR100.

Setelah dibuka, ternyata earphone ini full-plastic, hal ini punya keunggulan dan juga kelemehan. Keunggulannya adalah bobotnya jadi sangat ringan, membuatnya nyaman ketika dipakai dalam jangka waktu lama. Kelemahannya, earphone ini terasa sangat ringkih dan jika Anda adalah orang yang peduli pada penampilan, earphone ini cenderung terlihat ‘lebih murah’ dari harganya.

Tapi, penampilan bukanlah menjadi nilai utama bagi seseorang yang menggunakan earphone dengan tujuan utama mendengarkan musik seperti saya. Bagian paling penting yang harus diuji adalah performanya.

Performa

Menurut pendapat saya pribadi, secara keseluruhan earphone ini sangat nyaman ketika mendengarkan berbagai genre musik. Tapi, jika didalami lagi, kualitas suara bass yang dihasilkan saya rasa agak kurang dan mungkin memang tidak ditonjolkan untuk produk ini.

Hal lain yang menjadi perhatian telinga saya adalah nuansa suara yang dihasilkan pada earphone ini punya frekuensi yang cukup tinggi. Untungnya, hal ini tidak sampai ‘menusuk’ telinga. Hal ini kemungkinan untuk memberikan detail pada suara alat musik, sayangnya di sisi lain hal ini bisa membuat suara vokal yang terlalu tinggi terdengar pecah.

Kesimpulan

Setelah sekitar 10 hari pemakaian, saya akhirnya bisa memberikan sebuah kesimpulan yang benar-benar bisa saya yakini. ATH-CLR100is memang bukanlah earphone “luar biasa”, tapi mengingat kelasnya sebagai budget earphone, ia mampu memenuhi kebutuhan untuk mendengarkan berbagai genre musik dengan kualitas suara yang sangat-sangat memuaskan. Jadi, buat kalian yang menginginkan earphone berharga murah, yang enak dipakai untuk keseharian namun tetap bisa memberikan kualitas suara yang enak didengar, ATH-CLR100is ini adalah pilihan yang tepat.

Related Incoming Search Term: