Catatan

OnePlus One, 2 Tahun Kemudian

Saya membeli OnePlus One sekitar bulan Mei 2015 dan masih saya gunakan sampai artikel ini ditulis. Saat membeli dulu, saya sempat menulis mini review tentang ponsel ini yang bisa dibaca disini. Kini, sudah 2 tahun berselang, saya punya banyak pengalaman bersama “2014 Flagship Killer” ini.

Tiga Varian Operating System (OS)

Cyanogen

Saat pertama kali dirilis, OnePlus One menggunakan Android racikan Cyanogen yang menurut saya pribadi sangat ‘unik’ karena memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk melakukan kustomisasi sesuka hati. Sayangnya, OnePlus dan Cyanogen akhirnya mengakhiri kerjasama mereka dan ‘kuasa’ CyanogenOS untuk OnePlus One akhirnya diserahkan pada komunitas.

OxygenOS

OnePlus akhirnya meracik sendiri Android untuk produk mereka dan menamakannya OxygenOS. Android racikan OnePlus ini menjadi OS utama bagi produk-produk mereka selanjutnya seperti Two, X, 3 dan 3T. OnePlus juga merilis versi OxygenOS untuk OnePlus One dan mengatakan akan memberikan support setidaknya hingga 2 tahun setelah versi pertama dirilis.

Sayangnya, OnePlus tidak menepati janjinya, dimana harusnya support pada OxygenOS untuk One sampai pada awal 2017 justru berakhir di tahun 2016.

LineageOS

Terakhir adalah LineageOS. Cyanogen menghentikan dukungan mereka pada CyanogenMod (CM), tapi sebagai sebuah project yang berbasis komunitas, penghentian dukungan itu tidak berarti apa-apa. Orang-orang dibalik CM akhirnya membentuk sebuah project baru bernama Lineage, dimana mereka melanjutkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya.

OnePlus One menjadi salah satu device pertama yang mendapat LineageOS dan dengan itu, maka device dengan kode nama “bacon” sekali lagi menyatakan diri belum mati.

Pilihan Saya? Custom ROM

Saya pribadi sudah mencoba ketiganya, tapi saat ini saya memakai custom ROM yang diracik oleh “Sultanxda” dari forum XDA Developer yang berbasis pada CM13 (Android Marshmellow). Kenapa?

1. Custom ROM ini menggabungkan 2 hal terbaik dari OS OnePlus yang lain yaitu kebebasan kustomisasi milik CyanogenMod dan kehandalan kamera dari OxygenOS. Ditambah, peraciknya sudah melakukan beberapa penyesuaian sehingga custom ROM ini bisa lebih stabil dan baik.

2. Underclock CPU. Dengan kata lain, menurunkan performa CPU dari OnePlus One. Saya sudah mencoba ketiga ‘official’ OS dari OnePlus One dan belasan custom ROM, dan satu hal yang saya rasakan sama dari semuanya adalah panas yang dihasilkan.

Sebagai orang yang bisa menghabiskan waktu hingga 1 jam tanpa henti untuk bermain Vainglory, panas kadang menjadi masalah. Selama menggunakan CM13 racikan Sultan, panas yang dihasilkan tidak separah OS lainnya dan performanya juga tidak jauh berbeda.

Gonta Ganti Headset

Saya adalah pribadi yang menggunakan ponsel hanya untuk 3 hal utama yaitu berkomunikasi (personal / bisnis), bermain game dan mendengarkan musik. Dua alasan terakhir akan sangat baik jika dilakukan menggunakan headset. Nah, selama menggunakan One, saya sudah mengalami 3 kali gonta-ganti headset, bukan karena kualitasnya yang jelek, tapi karena kecerobohan saya pribadi.

Cerita tentang headset ini bisa dibaca disini dan disini.

Sandstone yang Menghalus

Bulan-bulan pertama menggunakan OnePlus One, ada satu kalimat yang selalu diucapkan setiap orang yang meminjamnya, “rasanya kayak megang batu”. Sandstone cover dibagian belakang menjadikan sangat-sangat unik sekaligus aneh bagi yang baru pertama kali memegangnya.

Sayangnya, setelah 2 tahun ini, Sandstone cover dibagian belakang mulai menghalus dan juga terdapat banyak baret-baret disana sini karena pemakaian. Sebenarnya hal ini buka masalah yang terlalu besar dan bisa diakali dengan memakai hardcase atau softcase, tapi tetap saja kurang bagus bagi saya.

Solusi lainnya sebenarnya bisa dengan membeli cover Bamboo yang dirilis resmi OnePlus, tapi sepertinya sudah sangat sulit untuk membelinya setelah 3 tahun perilisan ponsel ini.

Oke, jadi itulah yang terjadi pada One milik saya pribadi setelah 2 tahun. Harapannya sih semoga “bacon” bisa mendapat update hingga setidaknya Android O dan ponsel saya bisa bertahan setidaknya selama 1,5 tahun ke depan. Jadi, pesan dari tulisan ini adalah, jaga baik-baik ponselmu karena beli ponsel itu pakai uang, bukan pakai daun (terutama bagi yang masih dibeliin ponsel sama orangtuanya).

Related Incoming Search Term:

Resep Membuat Kue Putri Salju
Cara Mengobati Flu dengan Cepat
Ingin Memiliki Mobil Sebelum Usia 30 Tahun? Tentu Saja Bisa!
Cara Terbaik Merekam Game di Android
Hati-Hati! 4 Penyakit Ini Ternyata Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil
Selain Ilija Spasojevic, Ini 4 Pemain Sepakbola yang Tinggal Menuggu Jadi WNI
5 Momen Pertama yang Jangan Sampai Dilewatkan Sebagai Orangtua
Inilah Komponen pada Kulkas dan Fungsi Tiap Bagiannya
Loadout : Kenangan dan Kesalahan Sebuah Game Free-to-Play
Review LIT High Performance In-ear Earphone dari SOUL
Kesan Bermain Tyranny
Review HP Gaming Headset H300
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron