How to

Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini

Sebagian besar dari orang dewasa yang ada saat ini, pasti setidaknya pernah merasakan bagaimana nikmatnya menabung receh demi receh ke dalam celengan berbentuk binatang untuk membeli sesuatu. Uang tersebut bisa didapat dari sisa uang jajan, uang yang didapat dari membantu orangtua, atau diberikan oleh sanak saudara yang datang ke rumah.

Tapi, sadarkah kita kalau sebenarnya pada usia berapa manusia sudah mengerti mengenai keuangan? Usia tiga tahun! Menurut penelitian dari dari University of Cambridge, anak-anak berusia tiga tahun pada umumnya sudah mengerti konsep dasar mengenai menabung dan menghabiskan uang. Dan yang lebih luar biasa, kebiasaan seseorang dalam menggunakan uang biasanya sudah terbentuk pada usia tujuh tahun.

Keadaan ekonomi dunia di masa depan sangat sulit diprediksi, jadi sangat baik jika mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik seputar keuangan pada anak sedini mungkin agar mereka tidak melakukan kesalahan fatal di masa mendatang dan pada akhirnya bisa menciptakan keluarga harmonis dengan keadaan keuangan yang baik.

Jadi Contoh yang Baik

Anak-anak adalah peniru terbaik di dunia, jadi salah satu cara terbaik mengajarkan mereka tentang kebiasaan yang baik adalah melakukannya sendiri. Jadi, orang dewasa atau dalam hal ini, orangtua harus menjadi contoh yang baik. Misalnya melakukan perencanaan sebelum berbelanja, menggunakan kupon dan penawaran diskon untuk membayar lebih sedikit dan sebagainya.

Menabung untuk Masa Depan

Konsep menabung untuk menjadi pondasi financial merupakan hal yang sangat biasa, namun hal ini bisa sangat sulit bagi anak-anak karena mereka bisa saja tiba-tiba tertarik untuk membeli barang-barang baru. Salah satu caranya mengajarkan anak untuk menabung adalah membuka tabungan atas nama mereka dan biarkan mereka berkontribusi setiap minggu.

Setiap akhir bulan, tunjukan berapa jumlah yang sudah mereka miliki di tabungannya. Hal ini tentu bisa memotivasi mereka untuk menabung lebih banyak dari uang jajannya. Hal ini mungkin terlihat kecil, tapi sangat besar manfaatnya untuk membiasakan menabung untuk masa depan.

Biarkan Mereka Menunggu untuk Membeli yang Diinginkan

Ini merupakan hal tersulit untuk diajarkan, terutama bagi remaja. Orangtua harus membantu anak-anaknya memilih apa yang benar-benar anaknya butuhkan. Menghabiskan uang melebihi dari yang seharusnya akan menyebabkan mereka tidak menghargai jumlah uang yang diberikan pada mereka.

“Uang tidak tumbuh di pohon” – Anak harus belajar sedini mungkin jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus menunggu dan menabung untuk membelinya. Belajar tentang keuangan pada usia dini akan membantu mereka di masa depan, beri pemahaman bahwa saat anak masuk ke toko, bukan berarti mereka akan membeli sesuatu.

Biarkan Mereka Melakukan Kesalahan

Walaupun yakin bahwa anak akan menghabiskan uang yang sudah dia tabung untuk mainan atau barang yang akan ditinggalkan dalam waktu seminggu, biarkan mereka membelinya, karena hal ini bisa saja memberi mereka pelajaran. Pada satu titik, mereka akan merasa bahwa mainan atau barang yang mereka beli hanya membuang-buang uangnya dan akan mengingat ini di masa depan.

Jadi, biarkan anak sesekali melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya. Jelaskan pula bagaimana untuk belajar dari kesalahan tersebut berdasarkan pengalaman pribadi di masa kecil.

Resep Membuat Kue Putri Salju
Cara Mengobati Flu dengan Cepat
Ingin Memiliki Mobil Sebelum Usia 30 Tahun? Tentu Saja Bisa!
Cara Terbaik Merekam Game di Android
Hati-Hati! 4 Penyakit Ini Ternyata Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil
Selain Ilija Spasojevic, Ini 4 Pemain Sepakbola yang Tinggal Menuggu Jadi WNI
5 Momen Pertama yang Jangan Sampai Dilewatkan Sebagai Orangtua
Inilah Komponen pada Kulkas dan Fungsi Tiap Bagiannya
Loadout : Kenangan dan Kesalahan Sebuah Game Free-to-Play
Review LIT High Performance In-ear Earphone dari SOUL
Kesan Bermain Tyranny
Review HP Gaming Headset H300
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron