Mari Berkarya Lewat Film Pendek dan Film Animasi

Ada orang yang berkarya untuk mengekspresikan dirinya, ada juga yang berkarya agar bisa dikenang hingga generasi mendatang, di sisi lain, ada pula yang berkarya untuk alasan lainnya seperti materi hingga penyampaian aspirasi. Apa pun alasan dan latar belakang seseorang untuk berkarya, tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Salah satu cara berkarya yang cukup efektif dan kaya akan elemen adalah film. Film bukan hanya menyajikan karya berupa gambar atau suara, namun juga bisa mewakili ide dan suasana. Berkarya lewat film pun kini semakin mudah, perangkat smartphone sudah semakin canggih untuk merekam dengan kualitas yang baik, platform gratis seperti YouTube sudah hadir sebagai tempat memamerkan karya, ditambah banyaknya kompetisi film pendek dan film animasi dengan berbagai tema dan genre.

Masalahnya kini adalah banyak orang yang takut untuk mulai untuk berkarya, apalagi film. Alasannya bermacam-macam, seperti:

  1. Tidak punya ide untuk dijadikan skenario dan naskah film.
  2. Tidak punya perangkat canggih dengan kualitas bagus untuk merekam film.
  3. Tidak punya skill menjadi sutradara, mengatur kamera dan suara
  4. Tidak punya kemampuan dalam hal editing film setelah selesai proses pengambilan gambar
  5. Tidak tahu dimana harus memamerkan dan menampilkan karya
  6. Takut karyanya dikritik dan dibilang buruk

Masalah keluhan seperti itu muncul biasanya dari orang yang bahkan belum memulai, padahal solusinya sangat mudah:

  1. Tidak punya ide? Lihat sekitar kita, banyak hal yang bisa dijadikan ide untuk sebuah film, mulai dari yang sederhana hingga masalah dan fenomena yang kompleks. Mulailah mencari ide dengan menjadi pemerhati sekitar yang baik.
  2. Tidak punya skill? Skill bukanlah sesuatu yang dibawa seseorang dari lahir, skill bisa diasah dan dikembangkan. Daripada menghabiskan waktu meratapi diri yang dianggap tidak punya skill, ambillah kertas, kamera dan peralatan lain dan mulailah berkarya.
  3. Tidak punya peralatan dan tidak tau karya harus diapakan? Smartphone yang kamu gunakan, minimal sudah bisa merekam dengan resolusi 720p hingga 1080p bahkan mungkin 4K dan itu sudah cukup. Karya harus diapakan? Upload ke social media, YouTube atau bahkan submit ke lomba film animasi dan lomba film pendek seperti yang diadakan GoAheadPeople.id
  4. Takut karya dibilang jelek? Ingat! Berkarya adalah sebuah perjalanan dan hasil karya bukanlah sebuah garis finish. Saat satu buah karya sudah selesai, bukan berarti kamu harus berhenti, harusnya karya tersebut menjadi awal dari karya-karya berikutnya.

So, tidak ada alasan lagi untuk tidak mulai berkarya!