Kesan Bermain Slay The Spire

Slay The Spire kini menjadi salah satu koleksi game saya di Steam. Saat artikel ini ditulis, statusnya masih Early Access dan terus mendapat update secara berkala, mulai dari balancing hingga penambahan konten. Dua hal yang membuat saya jatuh cinta pada game ini adalah artwork-nya yang unik serta bisa dimainkan sambil santai.

Game ini merupakan game pertama yang dibuat oleh Mega Crit Studio, sebuah developer indie yang berbasis di Seattle, Washington. Secara ‘resmi’, developer ini hanya memiliki dua karyawan yang juga merupakan pendirinya yaitu Anthony Giovannetti and Casey Yano. Namun, kenyataannya, saat proses pembuatan Slay The Spire, ada banyak kolaborator yang ikut membantu.

Anthony Giovannetti adalah orang dibalik ide dasar dari Slay The Spire, dia merupakan pecinta game kartu Android : Netrunner yang sudah dirilis pada 2012 lalu. Dia menangani kosep awal hingga urusan bisnis dari Slay The Spire dan Mega Crit. Sementara, Casey Yano merupakan developer awal dari Slay The Spire, mulai dari pembuatan prototipe dan sebagainya. Kini, keduanya bekerja keras untuk menyelesaikan Slay The Spire bersama komunitas dan para kolaboratornya.

Gabungan Game Kartu & Roguelike yang Nyaris Sempurna


Card game merupakan genre video game yang sudah sejak lama dicintai banyak orang, mulai dari game seperti Solitaire, Magic hingga Heartstone. Sementara raguelike merupakan sub-genre dari RPG yang berfokus pada dungeon, turn-based dan naratif.

Slay The Spire menggabungkan kedua genre ini dalam satu game untuk menghasilkan sebuah game kartu yang bukan sekedar memerlukan strategi layaknya bermain game roguelike, tapi juga kemampuan untuk menyusun deck kartu yang akan memberikan keuntungan terbesar dan cocok dengan gaya bermain kita.

Game ini sebenarnya sudah nyaris sempurna, konsep dan naratif dasar yang menarik, daily climb (quest) yang menyenangkan hingga artwork yang unik. Sayangnya, kurangnya konten merupakan masalah utama Slay The Spire saat ini, walau Mega Crit sudah mengungkapkan rencana mereka untuk menambah jumlah hero, kartu dan konten lain di masa mendatang.

Akan Sangat Pas Dimainkan di Perangkat Mobile

Hearthstone dari Blizzard awalnya dirilis pada Maret 2017 untuk Windows dan macOS, namun game ini benar-benar booming setelah dirilis pada perangkat mobile seperti iOS pada April dan Desember di tahun yang sama. Langkah yang sama sepertinya bisa ditiru oleh Slay The Spire.

Slay The Spire saat ini tersedia untuk Windows, macOS dan SteamOS (Linux). Walau belum pernah menyinggung soal porting ke perangkat mobile, developer game ini sepertinya memang punya rencana melakukan hal tersebut namun setelah Slay The Spire sudah sepenuhnya dirilis atau sudah ada lebih banyak konten pada game ini.