Happy Time

Kesan Bermain For Honor Beta

For Honor sudah diperkenalkan ke publik pada 2015 lalu, tapi baru pada 14 Februari 2017, game ini dirilis untuk PC, Xbox One dan PS4. Game ini menawarkan multiplayer alias PvP sebagai elemen jualan utamanya, tapi mereka tidak melupakan memberikan single player campaign bagi orang-orang yang menyukai sedikit pengalaman unik saat bermain (rekomendasi baca : Kenapa Kita Menonton Orang Lain Bermain Game di Youtube).

Saat artikel ini ditulis, Ubisoft sedang mengadakan For Honor Open Beta dimana multiplayer For Honor bisa dimainkan secara gratis selama 4 hari. Walau dengan spesifikasi laptop yang dibawah standar, saya mencoba memainkan game ini, dan hasilnya… masih cukup playable.

Oke, kesan pertama saya saat memainkan game ini adalah For Honor merupakan game yang susah. Untuk bisa mendapatkan hasil terbaik atau memenangkan perang dalam game ini, diperlukan kecepatan refleks jari dan koordinasi antara mata dan jari yang akurat. Ya, memang semua game dengan unsur action dan PvP juga menuntut hal yang sama sih.

Game ini memiliki beberapa mode saat ini, tapi secara garis besar sebenarnya hanya ada 3 yaitu The Dominion yaitu capture-hold zones, yang ada sedikit mirip-miripnya dengan MOBA karena ada pasukan yang saling bertarung di tengah-tengah arena. Ada pula Duel, yaitu mode 1 vs 1 dan team battle yang memiliki beberapa variasi seperti Brawl, Skirmish dan Elimination.

Yang Membuat For Honor Berkesan

Ada beberapa hal yang menurut saya membuat game ini akan sangat berkesan :

  1. Belum ada game yang seperti ini. Game ini memadukan banyak elemen dari genre yang berbeda dan menyatukannya dalam sebuah racikan yang pas sehingga terasa sangat orisinal. Semua game dimana tiga pasukan legendaris di masa lalu bisa saling bertemu dan bertarung.
  2. Kustomisasi hingga unik. Mulai dari lambang, corak pakaian hingga perlengkapan perang, semuanya bisa dikustomisasi oleh pemain sehingga bisa membuat jendral favorit mereka tampak berbeda dari yang lain.
  3. “The Art of Battle”. Ini merupakan nama melee combat system yang digunakan dalam game ini, walau game seperti Nioh juga memiliki fitur yang sedikit mirip, tapi sistem ini memberi warna baru pada pertarungan melee PvP.

Honorable Fight?

Ini merupakan pendapat saya pribadi, entah memang didesain demikian atau skill saya yang memang terlalu buruk. Dalam mode Dominion atau Team Battle, sulit sekali rasanya untuk memenangkan atau setidaknya bisa seimbang saat menghadapi situasi 1 vs 2. Sebagai pemain yang lebih sering memakai jendral dengan attack dan defense yang seimbang, saya kesulitan jika harus menghadapi 2 assassin atau 1 vanguard dan 1 assassion.

Mungkin hal ini tidak masalah bagi kebanyakan orang, tapi hal ini harus diperhatikan jika ingin memenangkan pertempuran.

Masa depan For Honor

Game ini memiliki potensi yang sangat besar, dan saya harus mengakui itu. Bahkan jika dibawa ke arah yang tepat, game ini bisa menjadi cabang eSport baru.

Saya sih berharap Ubisoft mengembangkan dan merawat For Honor seperti apa yang mereka lakukan pada Rainbow Six : Siege, dimana karakter baru, mode baru dan tempat baru diperkenalkan dan ditambahkan secara berkala dan membuat permainan terasa lebih seru sekaligus menantang dan tidak semuanya harus didapatkan dengan menggunakan real money, karena harga For Honor sendiri sudah terbilang tinggi.

Related Incoming Search Term:

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
One More Light, Album Baru Linkin Park di 2017
Vainglory 2017
Kesan Bermain For Honor Beta
Skyblivion, Pengalaman Oblivion Bertemu Grafis Skyrim
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron
VG Lore : Ozo
VG Lore : Joule