Kenapa Sulit Menolak Minuman Bersoda?

Suatu siang yang panas, saya pergi ke sebuah minimarket untuk membeli minuman. Di depan lemari pendingin, saya terdiam sejenak untuk memilih. Ada deretan minuman bersoda di sebelah kiri dan air mineral dalam kemasan di sebelah kanan. Saya sudah tahu bahwa minuman bersoda banyak mengandung gula dan harganya lebih mahal, sementara air mineral tidak mengandung gula, hanya lebih murah dan merupakan minuman sehat. Jadi, saya memilih membeli dan minum minuman bersoda.

Dari cerita singkat diatas, bukan menyimpulkan bahwa saya suka minuman bersoda. Tapi, kenapa saya memilih minuman bersoda?

Saya jelas-jelas secara sadar mengetahui efek negatif yang mungkin ditimbulkan dari minuman bersoda dibanding air mineral, dan secara ekonomi, air mineral tentu lebih ‘menguntungkan’. Tapi, kenapa saya tetap memilih minuman bersoda?

Pertanyaan itu, membawa saya pada sebuah laporan berjudul “Why Humans Like Junk Food” oleh┬áSteven Witherly, Walau lebih spesifik mengenai junk food, tapi laporan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengapa manusia bisa menyukai suatu makanan atau minuman dibandingkan yang lainnya.

Sensasi Suatu Makanan atau Minuman

Sensasi ini termasuk rasa, aroma dan bagaimana rasanya didalam mulut atau dikenal sebagai “orosensation“. Perusahaan makanan menghabiskan banyak uang untuk menciptakan sensasi yang paling memuaskan dari sebuah makanan atau minuman, misalnya seberapa renyah kripik kentang atau seberapa desis (soda) yang ada pada minuman bersoda.

Pada akhirnya, sensasi ini akan membekas pada ingatan kita dan membuat kita mengasosiasikan suatu sensasi dengan brand tertentu. Sehingga, saat otak kita menginginkan suatu sensasi tertentu, maka secara otomatis akan langsung mengasosiasikannya dengan sebuah brand.

Makronutrien pada Makanan atau Minuman

Pada kasus minuman, perusahaan biasanya mencari kombinasi yang tepat antara campuran air, gula dan makro nutrien lainnya sehingga otak kita merasa senang ketika merasakannya dan menginginkannya lagi dan lagi.

Di sisi lain, otak manusia menyukai variasi. Saat kita merasakan suatu sensasi yang sama lagi dan lagi, kita tidak akan mendapatkan rasa puas yang sama darinya. Hal ini tidak berlaku pada beberapa minuman dalam kemasan khususnya minuman bersoda yang memang didesain untuk memiliki rasa dan sensasi yang ‘campur-campur’, sesuatu yang tidak lazim dan bisa memberikan berbagai rasa di saat yang sama merupakan ‘surga’ yang disukai oleh otak manusia. Berbeda dengan air yang rasanya selalu sama bahkan tidak berasa setiap diminum.

Bakat Anda, Modal Anda Membuat Usaha Sampingan
How to Become a Guest Speaker at Branded Events
Tips Mencari Rumah Dijual di Jakarta
3 Hal yang Sebaiknya Jangan ‘Didoktrin’ pada Anak Laki-Laki
Apa Sebenarnya Manfaat Minum Air Hangat Ditambah Perasan Lemon?
Alasan Kenapa Memiliki Sepeda Motor Listrik di Indonesia itu Menguntungkan
Pentingnya Memperhatikan Suku Bunga Sebelum Melakukan Pinjaman
4 Penyebab Kulit Kering yang Jarang Diketahui
Tips, Trik dan Cheat BarbarQ
Vainglory Red Lantern 2018 Event
Balik Lagi ke Vainglory
4 Soundtrack Terpopuler dari Film-Film Indonesia
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron