Kenapa Pakai Earphones Saat Di Jalan?

Berbagai hal bisa saja terjadi di jalan raya, mulai dari hal ‘sederhana’ seperti kemacetan dan ibu-ibu yang pasang lampu sen ke kiri tapi belok ke kanan hingga terkadang kecelakaan antar pengguna jalan. Di jalan raya kita juga bisa menemui berbagai tipe pengguna jalan, mulai dari yang tipe santai kayak di pantai, yang punya cita-cita pembalap tapi enggak kesampaian hingga mereka yang berkendara seperti jalan raya dimiliki oleh nenek moyangnya.

Tapi, diantara berbagai hal yang bisa terjadi dan berbagai tipe pengguna jalan, ada satu ‘spesies’ pengguna jalan yang sebenarnya cukup langka pada awalnya tapi lama-kelamaan justru jadi makin banyak dan sekarang sudah umum, yaitu pengendara motor yang menggunakan earphones di jalan raya.

Sebagai salah satu bagian dari spesies ini, melalui tulisan pertama di kategori “Pikiran Acak” ini, saya akan memberikan alasan-alasan kenapa seseorang, terutama pengendara sepeda motor menggunakan earphones saat di jalan raya.

Rumah Jauh / Jalan Macet

Dua hal ini sebenarnya punya satu kesamaan, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat tujuan akan menjadi lama. Ada orang yang rumahnya jauh, tapi jalan yang dilalui dari dan ke tempat tujuan tergolong lengang, ada pula yang rumahnya dekat tapi jalanan yang dilalui tergolong sering macet. Tapi, yang paling buruk, udah rumahnya jauh, jalannya macet pula. *seperti saya

Jarak rumah yang jauh terkadang membuat orang bisa bosan di jalan. Daripada mengantuk yang akhirnya bisa berakhir pada hal-hal yang tidak diinginkan, maka memakai earphones untuk mendengarkan musik atau radio.

Di kasus yang berbeda, penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat kemacetan, suhu, dan emosi seseorang. Jadi, ketika kemacetan parah terjadi pada hari yang panas dimana matahari bersinar terik, maka seseorang yang terjebak kemacetan akan lebih cepat emosi. Jadi, daripada terjadi kericuhan di setiap kemacetan, beberapa orang berusaha mengontrol emosinya melalui mendengarkan musik.

Biar Terlihat Keren

Seperti sudah tertulis di awal tulisan ini, bahwa tipe pengendara motor yang menggunakan earphones di jalan raya awalnya adalah ‘spesies’ langka. Pertama, karena terkesan aneh atau lebih tepatnya, tidak biasa dan kedua karena tindakan ini sebenarnya tergolong berbahaya, karena konsentrasi orang tersebut tidak sepenuhnya untuk berkendara. Tapi, ‘tren’ ini dipopulerkan oleh anak muda seperti anak SMA, Mahasiswa serta pegawai kantoran yang menghabiskan banyak waktunya untuk berkendara.

‘Tren’ ini pun berubah dari sesuatu yang sangat tidak lumrah menjadi sesuatu yang terlihat lebih keren dan terkesan ‘rebel’ karena berada di zona abu-abu antara melanggar hukum atau tidak. Kenapa di zona abu-abu? Karena aturan yang ada adalah malarang penggunaan ponsel saat berkendara, sementara orang yang menggunakan earphones tidak bisa 100% dikatakan sedang menggunakan ponsel. Sementara, jika yang dianggap salah adalah tindakan mendengarkan musik atau radio saat berkendara karena bisa menganggu konsentrasi, lalu, apa kabarnya dengan pengendara mobil?

Males Dengerin Omongan Boncengers

Motor adalah tipe kendaraan yang diperuntukan untuk dua orang, bisa saja tiga orang dengan syarat satu lagi adalah anak kecil atau balita. Tapi, orang Indonesia itu kreatif-kreatif kok, kenapa harus dua orang dewasa bila satu motor bisa bertiga kan? Pada beberapa kasus dalam kehidupan ini, orang yang berperan sebagai pengendara terkadang sedang tidak ingin mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang yang dibonceng alias boncengers. Alasannya bisa macam-macam, mulai dari lagi marahan, orang yang dibonceng memang bawel atau bahkan karena tidak kenal dengan orang yang dibonceng karena orang itu tiba-tiba saja naik motor berdua bersama si pengendara.

Walau terkesan kasar bagi beberapa orang, terutama untuk kaum boncengers, menggunakan earphones saat membonceng boncengers yang bawel atau sedang marah-marah terbukti secara sains bisa menurunkan angka kecelakaan dan emosi pengendara saat kasus-kasus seperti ini terjadi.

Pamer

Earphones sebenarnya bisa didapatkan dengan harga semurah 25 ribu Rupiah dengan kualitas yang sekali ditarik putus, tapi beberapa earphones dijual dengan harga yang benar-benar tidak masuk akal mulai dari ratusan ribu hingga jutaan Rupiah. Apa yang ditawarkan oleh earphones mahal ini? Bagi yang telinganya kurang sensitif sebenarnya sih tidak ada, kecuali build quality yang lebih baik, dalam artian mungkin perlu sekitar 10 tarikan agar bisa putus.

Lalu, apa hubungannya dengan menggunakan earphones saat berkendara? Menggunakan earphones mahal saat mengendarai motor di jalan raya tentu saja punya tujuan lain, yaitu untuk pamer. Walau sebenarnya, selain si penggunanya dan orang yang punya mata super jeli dan tidak punya kerjaan, tidak ada orang lain yang memperhatikan dan peduli pada earphones mahal tersebut. Apalagi tipikal earphones macam Apple AirPods yang sangat rawan untuk jatuh dan hilang di jalan, juga tidak akan terlihat oleh orang lain karena tertutup oleh helm.

Apapun alasan menggunakan earphones saat di jalan, ingatlah selalu dua hal:

  1. Kamu berada di ruang publik. Seberapa pun enaknya musik yang didengar, seberapa pun nikmat nadanya untuk ikut bergoyang atau bernyanyi. Jangan ikut bergoyang atau bernyanyi! Karena selain akan menjadi pusat perhatian di jalan raya, lebih parahnya lagi, kamu bisa dianggap gila.
  2. Jangan memaksimalkan volume. Ada banyak sekali alasan untuk tidak menaikkan volume hingga pada level ‘budek karena musik’, mulai dari alasan sederhana seperti agar kita tetap bisa mendengarkan suara di sekitar hingga alasan super penting seperti musik-musik tersebut mungkin saja didengar oleh pengendara lain. Biar tidak rugi, sudah berpakaian ala Rocker tapi musik yang didengarkan justru ‘Jaran Goyang’

Oke, sekian tulisan Pikiran Acak kali ini, semoga berfaedah.