Blogger

Jangan Gunakan Plugin WordPress ‘Terbengkalai’

Hari ini saya mendapat sebuah pelajaran berharga setelah selesai menulis sebuah artikel di dearryk.com yang draftnya sudah mulai ditulis sejak seminggu yang lalu. Pelajaran tersebut bukan ada pada isi artikelnya atau seberapa viral artikel tersebut, tapi bagaimana tampilan artikel tersebut setelah dipublikasi.

Artikel tersebut berisi beberapa list yang harusnya muncul dengan bullet point dan indent (tulisan menjorok ke dalam), namun ketika sudah dipublikasikan, ternyata bullet point tidak muncul dan hanya indent yang teraplikasi. Awalnya saya mengira ada yang salah dengan browser, mungkin karena cache dan sebagainya. Tapi ternyata setelah dicoba di browser lain, termasuk lewat ponsel, hasilnya tetap sama. Jadi, saya simpulkan ada yang tidak beres.

bullet point hilang?

Hal pertama yang coba saya lakukan adalah mengganti bulleted list dengan numbered list, siapa tau ada bug (walau sangat kecil sekali kemungkinannya) pada bagian bulleted list, tapi ternyata malah sama saja. Dan saya baru sadar bahwa artikel-artikel lain yang menggunakan list juga mengalami masalah yang sama. Oh, berarti kesalahan ada pada theme wordpressnya, itu kesimpulan awal saya.

Hal berikutnya yang saya lakukan setelah menyimpulkan bahwa yang tidak beres adalah theme wordpress adalah memeriksa bagian style.css lewat fitur editor. Sebagai orang yang mengerti dikit-dikit tentang CSS, maka seharusnya yang harus diperiksa adalah tag-tag seperti ul, ol, dan list-style-type. Dan hasilnya, semuanya sudah benar dan harusnya bisa memunculkan bullet point maupun angka.

Karena ragu apakah benar theme wordpress-nya yang bermasalah atau tidak, maka saya coba menggantinya dengan theme wordpress lain bahkan sempat mencoba Twenty Seventeen, theme wordpress bawaan dari Automattic. Sayangnya, hasilnya tetap sama saja.

Hampir menyerah, saya sadar bahwa ada satu bagian lagi yang belum diperiksa, plugin. Dearryk.com memakai belasan plugin tapi sebagian besar hanya bertanggungjawab ‘dibelakang layar’ tanpa ada sangkut pautnya dengan tampilan. Tidak mau salah mengambil keputusan, saya menggunakan ‘cara lambat’ dalam melakukan pengecekan plugin.

Semua plugin dinonaktifkan terlebih dahulu, kemudian diaktifkan satu per satu sambil terus memeriksa plugin mana yang bikin perkara. Benar saja, salah satu plugin yang saya gunakan sejak lamalah yang menjadi masalah. Plugin itu adalah Clean Archives Reloaded, sebuah plugin dari Alex Mills alias Viper007Bond yang berguna untuk membuat sebuah halaman arsip yang lebih rapi.

Plugin ini sudah tidak diupdate oleh developernya sejak 6 tahun lalu dan ‘memaksa’ theme wordpress yang saya gunakan untuk tidak memunculkan list di semua post dan page, padahal seharusnya plugin ini hanya menghilangkan list dari page atau post dimana shortcut dari plugin ini berada.

Pelajaran hari ini : Berhati-hati atau bahkan jangan menggunakan plugin WordPress yang terbengkalai, plugin-plugin WordPress yang terbengkalai biasanya karena fitur-fitur yang ditawarkannya sudah diaplikasikan pada WordPress versi terbaru, sehingga plugin tersebut sudah tidak diperlukan lagi.

Atau mungkin sudah ada plugin dengan fitur yang lebih lengkap dan canggih atau developernya sudah tidak ingin lagi mengembangkan plugin tersebut.

Resep Membuat Kue Putri Salju
Cara Mengobati Flu dengan Cepat
Ingin Memiliki Mobil Sebelum Usia 30 Tahun? Tentu Saja Bisa!
Cara Terbaik Merekam Game di Android
Hati-Hati! 4 Penyakit Ini Ternyata Berbahaya Bagi Pengemudi Mobil
Selain Ilija Spasojevic, Ini 4 Pemain Sepakbola yang Tinggal Menuggu Jadi WNI
5 Momen Pertama yang Jangan Sampai Dilewatkan Sebagai Orangtua
Inilah Komponen pada Kulkas dan Fungsi Tiap Bagiannya
Loadout : Kenangan dan Kesalahan Sebuah Game Free-to-Play
Review LIT High Performance In-ear Earphone dari SOUL
Kesan Bermain Tyranny
Review HP Gaming Headset H300
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron