Stories

Cerita Sang Naga : Gadis Berkulit Kemerahan

Sosok itu lebih besar 2 kali lipat darinya, kepakan sayap reptilnya menyebabkan pohon-pohon tercabut dari akarnya. Matanya yang berwarna biru begitu kontras dengan sisik-sisik hitam yang menyelimuti tubuhnya. Druxa hanya terdiam melihat seekor naga lainnya yang jauh lebih besar dan mengerikan darinya, tapi sejenak kemudian, sosok itu menghilang.

“Wahai anakku, sepertinya Ragda sudah menemukanmu.” suara dari kepala Druxa berbicara lagi padanya.

“Ragda?”

“Dia adalah naga yang memulai peperangan antara naga dan manusia. Dia menganggap bahwa manusia hanyalah ras lemah yang harus dimusnahkan. Kini, karena Ragda sudah menemukanmu, sebaiknya kau segera menyegel sebagian besar energi kehidupanmu dan mengambil bentuk sebagai manusia hingga kau menemukan naga lainnya.”

“Menyegel energi kehidupanku? Untuk apa? Dan kenapa aku harus mengambil bentuk manusia?”

“Jika sudah waktunya, aku akan jelaskan semua padamu, wahai anakku. Apa yang kau lihat tadi hanyalah energi kehidupan yang disisakan Ragda untuk mencari telur terpilih dan jangan sampai raga aslinya menemukanmu.”

Druxa benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi, dia akhirnya hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh induknya. Dia menyegel sebagian besar energi kehidupannya dan mengambil bentuk manusia sebagai seorang laki-laki bermata merah dan berambut putih.

“Penampilanmu sebagai manusia terlalu mencolok, wahai anakku.” ucap Axura dengan sedikit kecewa.

“Maafkan aku, tapi satu-satunya manusia yang pernah ku temui hanyalah manusia yang tadi terbunuh oleh raungan Ragda dan rambutnya berwarna putih. Jadi, ku kira itu adalah hal yang normal bagi manusia.”

“Ambil dan gunakan pakaian serta tameng pria itu dan mulailah berjalan mencari manusia lainnya.”

“Carilah informasi tentang naga lainnya atau tentang legenda ‘Para Pembunuh Naga’, semoga berhasil. Aku dan para leluhur membantumu sebisa mungkin.”

Satu jam yang lalu, Druxa masihlah seekor naga dengan energi kehidupan yang begitu besar, tapi kini dia ‘terperangkap’ di dalam sebuah bentuk yang sangat kecil bahkan dengan sebagian energi kehidupan yang tersegel. Tingkat kesadarannya yang tinggi membuatnya bisa berbicara bahasa manusia dengan mudah, sayangnya, mempelajari cara hidup dan kebiasaan manusia bukanlah hal yang mudah.

Setelah tiga hari berjalan, dia sampai di sebuah kerajaan yang sangat sepi. Orang-orang tampak terburu-buru pergi dengan kereta kuda dan membawa barang bawaan dalam jumlah besar. Pasar tampak kosong bahkan gerbang menuju istana setengah tertutup.

“Salam, wahai manusia.” ucap Druxa pada seorang penjaga.

“Siapa kau dan apa maumu?” jawabnya ketus.

“Namaku, Dru.. San. Drusan. Aku mencari informasi seputar naga dan para pembunuh naga.”

Seketika, penjaga itu menjadi benar-benar memperhatikan Druxa. Dia tampak siaga bahkan segera memanggil penjaga lainnya yang segera datang dan mengacungkan tombak pada Druxa.

“Siapa kau sebenarnya? Dan apa hubunganmu dengan ras naga dan para pembunuh naga?”

Dalam suasana yang cukup menegangkan tersebut, sebelum Druxa dapat berbuat sesuatu, satu per satu penjaga tersebut jatuh lemas dan seorang gadis dengan kulit coklat kemerahan muncul di hadapan Druxa.

“Ikuti aku dan akan ku beritahu semuanya.”

Tanpa berkata apapun, Druxa memilih mengikuti gadis itu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka berlari melewati hutan dan gunung hingga sampai di sebuah pondok di puncak bukit dibalik rimbunnya pepohonan.

“Kau… adalah naga. Benarkan?” Gadis itu bertanya.

“Aku hanyalah seorang manusia biasa, wahai manusia.”

“Kau tidak bisa membodohiku, penampilanmu yang sangat mencolok, tutur katamu yang terlalu sopan terlebih lagi energi kehidupanmu yang sangat besar dibanding manusia normal. Kau adalah naga.”

“Kau sepertinya tau banyak tentang ras naga. Siapa kau sebenarnya, wahai manusia?”

“Pertama, berhentilah menggunakan ‘wahai manusia’, itu sangat tidak manusia. Namaku, Lapun. Aku adalah bagian dari keluarga Mahu, keluarga kerajaan purba yang membuat perjanjian dengan para naga.”

“Kau mengatakan akan memberitahu aku semuanya… Sekarang katakan padaku…”

Cara Edit Foto dengan Latar Bergerak Pakai Aplikasi Plotagraph
Inspirasi Bisnis Es Batu Higienis yang Praktis dan Menguntungkan
Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
4 Minuman Teh Unik dari Seluruh Dunia
Kenapa Sulit Menolak Minuman Bersoda?
SAO II Sinon
SAO Wallpaper Kini Tersedia di CNET
Info Lomba Terbaru 1.0
Info Lomba Terbaru 1.0 Apk
Beyond Skyrim, Satu Lagi Bukti Skyrim Belum Mati
Mobile Legends vs Vainglory vs Mobile Arena
Harapan untuk Skull and Bones
Kesan Bermain Iron Blade : Medieval Legends RPG
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron