Benarkah Perawatan Motor Listik Lebih Murah?

Bahan bakar fosil seperti minyak bumi memiliki jumlah yang sangat terbatas dan cenderung lebih cepat habis seiring bertambahnya jumlah manusia dan kendaraan di muka bumi. Salah satu hal yang cukup banyak menghabiskan minyak adalah kendaraan bermotor baik itu sepeda motor, mobil atau lainnya.

Tidak mengherankan bila banyak orang mulai berpikir untuk beralih ke kendaraan berbahan bakar listrik. Tidak seperti kendaraan bermotor konvensional yang membakar bahan bakar minyak untuk bisa berjalan, kendaraan listrik hanya membutuhkan,… listrik.

Listrik pun kini bisa diproduksi tanpa menggunakan minyak bumi atau sumber daya tak terbarukan lainnya. Listrik bisa diproduksi dengan menggunakan panas bumi, panas matahari, tenaga air, tenaga ombak, tenaga angin dan sumber daya terbarukan lainnya.

Indonesia sendiri sebenarnya merupakan negara yang sangat cocok jika masyarakatnya menggunakan motor listrik.

  • Pertama karena Indonesia punya potensi luar biasa menjadi produsen listrik dengan sumber daya terbarukan.
  • Kedua, masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan motor untuk kebutuhan sehari-harinya.
  • Ketiga, biaya perawatan motor listrik yang murah sangat pas bagi masyarakat Indonesia yang masih didominasi oleh masyarakat kelas menengah.

Di Indonesia, Viar menjadi salah satu produsen motor listrik yang memperkenalkan dan menjual produknya yaitu Q1. Walau sudah dijual luas, menemukan tempat jual motor listrik viar atau menemukan orang yang menggunakan motor mereka di jalan raya masih sulit. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari masih kurang populernya motor listrik hingga masih banyak yang ragu dalam menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah benar perawatan motor listrik lebih murah?

Kita gunakan Viar Q1 sebagai perbandingan dalam kasus ini. Q1 menggunakan baterai lithium ion yang dan membutuhkan 220 VA untuk mengisi ulang baterai. Mengingat kapasitas terkecil rumah tangga di Indonesia adalah 450VA, pengisian ulang baterai motor ini bisa dilakukan di rumah dan tidak memerlukan stasiun pengisian daya khusus.

Pengisian baterai membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 jam. Dengan kondisi baterai terisi penuh, Q1 bisa menempuh jarak terjauh hingga 60 km. Dan usia baterai ini kabarnya antara 600 hingga 800 pengisian ulang. Baterai yang digunakan oleh Viar Q1 memiliki harga sekitar 5 juta Rupiah.

Jadi, perhitungan biaya perawatan baterainya adalah sekitar 104 – 138 ribu Rupiah per 1000 km. Sebuah biaya yang sebenarnya cukup mahal jika dibandingkan dengan perawatan rutin motor matic konvensional yang membutuhkan biaya sekitar 80 – 100 ribu Rupiah per 3000 km atau setiap dua bulan.

Tapi, jika melihat gambaran lebih besarnya. Maka biaya perawatan motor listrik sebenarnya tetap lebih murah. Disamping perawatan rutin, motor konvensional juga umumnya memerlukan pergantian banyak komponen secara berkala, apalagi jika penggunaanya intensif. Sebaliknya, jika motor berbahan bakar minyak jarang digunakan, komponen penggeraknya juga bisa bermasalah.

Untuk motor listrik, hanya dua komponen yang paling rutin harus di cek yaitu kampas rem dan ban luar. Di sisi lain, jika motor listrik jarang digunakan, hal itu tidak akan menjadi masalah yang begitu berarti. Justru bisa memperpanjang umur baterainya.

Namun, harus diakui bahwa motor listrik saat ini belum sempurna. Pengisian dayanya masih membutuhkan waktu yang terlalu lama dan jarak tempuhnya pun masih cukup terbatas dan kurang pas untuk perjalanan jarak jauh. Seiring perkembangan teknologi, semoga motor listrik menjadi lebih baik dan kita bisa menjaga bumi ini tetap hijau.