EEAAA

Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia

Membandingkan antara Inggris dan Indonesia pada bidang-bidang seperti ekonomi dan teknologi mungkin akan selalu dimenangkan oleh Inggris. Tapi, kita tentu tidak boleh menjadikan hal tersebut untuk tidak merasa bangga pada negara kita sendiri. Pada artikel kali ini, kita akan mencoba mengupas secara singkat bagaimana asal mula budaya minum teh di Inggris dan Indonesia. Kenapa teh? Kita semua tau manfaat minum teh sangatlah banyak, aroma serta rasanya juga khas, kita di Asia dan orang-orang Eropa bisa menyukai hal yang sama, itu merupakan hal yang menarik.

Perlu diingat bahwa teh bukanlah tanaman asli Indonesia maupun Inggris. Teh sejatinya berasal dari Tiongkok kemudian dibawa ke seluruh dunia melalui jalur-jalur perdagangan di masa lalu. Salah satu negara yang sangat khas dengan budaya minum tehnya adalah Jepang, bahkan mereka memiliki upacara minum teh yang sangat khas yang disebut Sadou. Tapi, khusus kali ini kita akan membahas budaya minum teh di Inggris dan Indonesia.

Budaya Minum Teh di Inggris

Di Inggris, teh dipercaya pertama kali dibawa oleh seorang wanita bangsawan bernama Catherine of Braganza pada 1662. Dialah orang pertama yang mulai menjamu tamu-tamunya dengan menyajikan teh. Aroma teh yang sangat khas menyebabkan banyak digemari. Kemudian pada 1706, Thomas Twinning menjadi orang pertama yang mengkomersialkan minuman teh di Inggris dengan menjualnya di toko miliknya.

Twinning pula yang menjadi salah satu orang pertama yang mendirikan pabrik teh di Inggris. Sayangnya, pada masa-masa ini, harga teh sangatlah tinggi karena harga pajaknya dimonopoli oleh Tiongkok saja. Sehingga tidak heran bahwa teh hanya bisa dinikmati oleh bangsawan dan orang kaya saja. Twinning pula yang pertama kali memperkenalkan racikan teh yang dikenal dengan “Earl Grey”, yaitu percampuran antara teh hitam dan minyak bergamot. Hingga pada akhirnya Ratu Victoria mendaulat Twinning sebagai pemasok teh utama kerajaan.

Sementara untuk budaya Afternoon Tea atau Tea Time yang dikenal seperti sekarang mulai dilakukan oleh seorang bangsawan bernama Anna. Hal ini karena para bangsawan memiliki jeda makan yang sangat lama antara makan siang dan makan malam, bisa mencapai 8 jam. Rasa lapar pada jam-jam sore inilah yang berusaha dinetralkan dengan minum teh dan hidangan kecil. Karena dilakukan oleh bangsawan, piranti yang digunakan pun harus mewah dan memiliki tata caranya sendiri.

Budaya Minum Teh di Indonesia

Perkembangan budaya minum teh yang ada di Indonesia sebenarnya tidak berbeda dengan di Inggris, yaitu dimulai oleh para bangsawan. Atau lebih tepatnya, budaya minum teh sore hari para bangsawan di Indonesia memang berasal atau jika tidak, terinspirasi dari bangsawan Eropa. Tapi, bedanya teh dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda bernama Andres Cleyer yang memperkenalkan teh sebagai tanaman hias pada awalnya.

Pada 1826-1827, tanaman teh berhasil ditanam di Indonesia khususnya di Kebun Raya Bogor dan Kebun Percobaan Cisurupan. Berhasilnya penanaman teh ini kemudian diikuti oleh keberhasilan di daerah-daerah lain seperti Purwakarta dan Banyuwangi hingga akhirnya pada 1877, Jacobus Loedewijk Levian Jacobson menaruh landasan bagi perkebunan teh di Jawa. Tercatat pada 1835 menjadi tahun pertama teh-teh yang berasal dari pulau Jawa diterima oleh Amsterdam.

Hingga hari ini, teh bukan lagi minuman mewah yang eksklusif untuk kalangan tertentu saja. Teh sudah hadir sebagai minuman dengan berbagai inovasi, mulai dari dibotolkan hingga dikotakkan, mulai dari dicampur dengan perasan air jeruk hingga dicampur susu.

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
Vainglory 2017
Kesan Bermain For Honor Beta
Skyblivion, Pengalaman Oblivion Bertemu Grafis Skyrim
Kesan Bermain Orwell
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron
VG Lore : Ozo
VG Lore : Joule