EEAAA

Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali

Ide tentang tulisan ini sebenarnya sudah lama saya pendam, tapi karena berbagai kesibukan dan tugas, baru sekarang bisa benar-benar saya tulis. Saya sudah tertarik dan mengikuti perkembangan Go-Jek sejak mereka mengumumkan ekspansinya ke pulau Dewata pada awal Maret 2015 lalu. Lama kelamaan, saya semakin ‘bosan’ bertemu dengan rider Go-Jek dimana-mana.

Sesuai judulnya, dalam tulisan ini saya berusaha mengungkapkan pendapat saya bahwa Go-Jek akan sukses di Bali. Tentu saya punya beberapa alasan tentang pendapat ini, semuanya berasal dari pengamatan saya yang dilakukan setiap hari.

1. Go-Jek jadi alternatif ‘kendaraan umum’

Pertama, Bali secara umum tidak memiliki transportasi publik yang terintergrasi. Memang ada Trans SARBAGITA yang melayani beberapa rute terutama ke daerah wisata dan pusat kota. Walau harganya murah, tapi jadwal kedatangannya masih kalah jauh dengan Busway di Jakarta. Khusus untuk wisatawan, biasanya akan memilih memakai Taxi atau memilih untuk menyewa kendaraan dari layananan penyewaan kendaraan.

Nah, Go-Jek mampu hadir sebagai alternatif bagi mereka yang ingin berpergian di Bali. Go-Jek Driver biasanya adalah orang-orang yang sudah mengenal karakteristik jalan di Bali, dimana biasanya kemacetan dan pada jam berapa serta jalan-jalan alternatif yang bisa dilalui.

2. Naik Motor + Dibonceng = Santai

Fakta mengatakan jika setidaknya adalah 57 mobil baru yang datang ke Bali setiap harinya, jumlah motor di Bali setidaknya ada 2,1 juta ditambah 600 ribu mobil (data tahun 2013). Belum ditambah dengan kendaraan yang berasal dari luar daerah. Sementara itu, infrastruktur jalan di Bali sangat sulit dikembangkan karena berbagai alasan ditambah fakta bahwa rata-rata jalan di Bali itu sempit, kecuali jalan-jalan protokol dan jalan nasional.

Nah, bisa terbayang dong bagaimana macetnya Bali (terutama Bali Selatan) saat jam-jam sibuk? Alternatif menghadapi macet di Bali adalah dengan naik motor. Tapi, naik motor itu melelahkan. Maka solusinya adalah dibonceng. Go-Jek menawarkan keduanya pada siapapun yang mau membayar.

3. Layanan Kurir & Shopping Bisa Dimanfaatkan Siapa Saja

Untuk layanan ojeknya, mungkin warga lokal di Bali tidak akan banyak memakai Go-Jek. Buat apa naik ojek kalau punya motor sendiri kan? Tapi, bukan berarti warga lokal tidak akan memanfaatkan layanan Go-Jek. Selain ojek, perusahaan tersebut juga menawarkan jasa kurir dan belanja.

Kedua jasa tersebut bisa menjadi alternatif bagi warga lokal di Bali serta siapapun yang malas keluar rumah karena berbagai alasan tapi harus mengirimkan sesuatu ke alamat yang jaraknya tidak terlalu jauh atau berbelanja barang yang masih dibawa dengan sepeda motor dan harganya dibawah 1 juta.

*saat artikel ini ditulis, Go-Food belum tersedia di Bali

4. Go-Jek Tidak Ditolak di Bali, hanya belum dipercaya

Di beberapa daerah di Jakarta katanya sangat berbahaya bagi Go-Jek driver karena adanya penolakan dari tukang ojek sekitar wilayah tersebut. Padahal, Go-Jek membuka kesempatan pada siapapun untuk bergabung dengan mereka. Penghasilan Go-Jek yang katanya hanya bisa diambil setiap bulan cuma mitos semata, melalui CIMB Niaga, penghasilan ngojek bisa diambil setiap hari karena adanya rekening ponsel dimana nomor telepon bisa dijadikan nomor rekening.

Go-Jek juga memfasilitasi setiap calon drivernya untuk memperoleh smartphone murah yang cukup canggih untuk mendukung pekerjaan mereka.

Di Bali sendiri, saya belum menemukan adanya penolakan pada Go-Jek. Tapi, jujur saja, ketika saya berbincang dengan orang yang lebih tua bahkan dengan teman-teman di kampus. Rata-rata mereka tertarik dengan tukang ojek berbaju dan helm hijau yang mereka lihat di jalan (Go-Jek Driver), tapi mereka masih ragu atau lebih tepatnya tidak tau bagaimana memakai layanan Go-Jek.

5. Penghasilan Tambahan untuk siapapun yang bersedia

Sudah bukan rahasia kalau banyak cerita sukses dari pada Go-Jek Driver, bahkan ada yang mengatakan penghasilannya mencapai 11 juta/bulan. Bukan cuma uang berlimpah, mereka juga bisa memanfaatkan waktu dengan keluarga seefektif mungkin karena tidak perlu ‘mangkal’ lagi.

Buat yang ingin menjadi driver Go-Jek, khususnya yang ada di Bali bisa datang ke Waterbom Kuta, Jalan Kartika Plaza, Tuban, Bali. Dan nomor yang bisa dihubungi 0878.6196.1294 / 0812.3661.2894.

Kesimpulan

Secara umum, Go-Jek akan sukses di Bali bahkan mungkin akan menjadi alternatif bagi wisatawan lokal yang sedang berlibur di Bali. Selama perusahaan dan para drivernya bisa mempertahankan keunggulan dan kualitas layanan yang dimiliki.

Go-Jek memang tidak menjadikan warga lokal Bali sebagai target utama layanannya, tapi bukan berarti warga Bali tidak akan menggunakan Go-Jek. Karena itulah, pihak perusahaan seharusnya mempertimbangkan untuk melakukan sedikit promosi dan pengenalan pada warga lokal.

Go-Jek juga bisa menjadi alternatif penghasilan untuk mereka yang bersedia meninggalkan anggapan bahwa tukang ojek adalah pekerjaan ‘gak asik’. Go-Jek itu keren lho dan siapa tau bisa ketemu dengan penumpang yang cantik, terus kenalan, terus jadian deh.  :jatuhcinta:

 

Related Incoming Search Term:

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
Vainglory 2017
Kesan Bermain For Honor Beta
Skyblivion, Pengalaman Oblivion Bertemu Grafis Skyrim
Kesan Bermain Orwell
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron
VG Lore : Ozo
VG Lore : Joule