Catatan

Akhirnya… Main PS Lagi

Pada awal tahun 2017 lalu, saya sempat menulis semacam ‘resolusi tahun baru yang untuk pertama kalinya berhasil saya capai bahkan sebelum pertengahan tahun. Strategi menulis target yang paling mungkin dicapai ternyata berhasil dan rasanya sedikit memuaskan. Salah satu isi resolusi itu adalah membeli konsol PlayStation 4 dan mungkin karena saya selalu berdoa pada Tuhan sejak akhir tahun lalu hingga pada akhirnya Beliau bosan dan mengabulkannya. Makasi Tuhan 🙂

Inti dari tulisan ini sebenarnya cuma segitu aja sih, cuma mau #pamer bahwa saya punya PS4 baru. Tapi, karena faktor ‘teknis’ agar blog ini tidak dianggap ‘sampah’ oleh Google karena tulisan yang pendek-pendek, maka tulisan ini terpaksa dipanjang-panjangin.

Oke, jadi ceritanya, sejak kecil saya emang dasarnya suka bermain game sendiri di rumah. Karena saya adalah tipikal anak kecil yang merasa risih banget kalau keringetan saat bermain sepakbola atau kejar-kejaran dan emang dasar saya tidak kuat lari, maklum, badan family pack.

Kenapa saya suka bermain sendiri? Karena kalau bermain bareng temen-temen, rumah saya akan jadi rusuh dan yang paling jadi korban utama adalah kamar saya akan jadi berantakan. I hate it! Tapi, terkadang sebagai anak kecil, saya juga menikmati bermain game bersama teman-teman, kadang main game sepakbola atau game tarung semacam Tekken atau Bloody Roar.

Saat SD, saya juga punya teman-teman yang sering diajak ngobrol seputar game-game PSX bajakan yang bagus dan dimana tempat membelinya. Naik sepeda sejauh 5km di jalanan yang lumayan padat demi membeli 4 game PSX bajakan seharga duapuluh ribu sudah sering saya lakukan.

Masuk SMP, teman-teman yang bisa diajak bermain dan ngobrol seputar game-game PS semakin sedikit jumlahnya. Apalagi karena saya masuk SMP yang berbeda dengan mereka yang sering saya ajak bermain saat SD. Jadilah saya semakin sering bermain game-game single-player, sendirian, di rumah.

Masa-masa akhir SMA menjadi waktu dimana saya membungkus semua kenangan bermain PS ke dalam kotak yang disimpan… lupa dimana. Game terakhir yang saya mainkan adalah Persona 4 di PS2. Sebenarnya saya tau bahwa banyak game-game bagus di PS3 dan konsol tersebut sudah bisa ‘dibajak’, tapi entah kenapa, saya tidak pernah punya pikiran untuk meminta dibelikan pada orangtua.

Perilisan PS4 pada 2013 lalu sebenarnya sempat menarik perhatian saya, tapi waktu itu, kalau tidak salah, saya masih SMA, siap-siap mau UN dan emang tidak pikiran mau membeli. Saya masih sangat menikmati menulis blog, belajar utak-atik website dan bermain sejumlah game PC di laptop.

Bangku kuliah mengubah saya dari pemain game single-player menjadi pemain game multi-player online, bermain bersama teman atau bersama orang lain menjadi sesuatu yang bisa saya nikmati. PC dan ponsel menjadi media utama saya untuk bermain game, walau saya juga masih sering bermain game single-player untuk menikmati ceritanya.

Tapi, apa yang membuat saya merilik PS4 lagi adalah sebuah game berjudul Persona 5, bukan merupakan judul yang paling saya tunggu untuk diumumkan, tapi ingatan ketika bermain Persona 3 dan Persona 4 mengingatkan saya akan ‘sederhana’ dan nikmatnya game-game single-player. Jadi, saya berdoa pada Tuhan setiap waktu saya ingat sejak akhir tahun lalu dan pada akhirnya dikabulkan pada tahun ini tepat sebelum perilisan Persona 5 secara global.

Sayangnya, ada masalah klasik yang sejak dulu selalu dikeluhkan orangtua saya kalau saya punya ‘mainan’ baru, yaitu tagihan listrik yang membengkak. Tapi… ya gitu deh…

Sepertinya udah hampir 500 kata, okelah jadi tulisannya cukup sampai disini saja biar tidak terlalu panjang. Lagian kayaknya tidak akan ada yang baca 😀

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
One More Light, Album Baru Linkin Park di 2017
Vainglory 2017
Kesan Bermain For Honor Beta
Skyblivion, Pengalaman Oblivion Bertemu Grafis Skyrim
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron
VG Lore : Ozo
VG Lore : Joule