Mai Melali

3 Tempat Bersejarah di Yogyakarta Ini Akan Membuatmu ‘Terlempar’ ke Masa Kerajaan Mataram

Selama ini, orang-orang mengunjungi situs bersejarah hanya sekadar berwisata tanpa makna. Batu yang disusun bertingkat-tingkat secara estetis dipandang tidak lebih dari bangunan tiada arti. Padahal, selalu ada kisah dramatis di baliknya. Kisah yang bisa menginspirasi Anda, terutama jika Anda adalah seorang novelis, calon sejarawan maupun arkeolog.

Telusuri relief di dinding dengan jari dan pejamkan mata. Alih-alih menerima bahwa sekarang adalah abad ke-21, bayangkan Anda kembali ke masa Kerajaan Mataram. Sedikit ulasan mengenai situs-situs di bawah ini akan membantu membangkitkan visualisasi Anda.

Candi Borobudur

Sumber gambar : twisata.com

Anggap saja sekarang tahun 800 Masehi. Wangsa Sailendra sedang meraih puncak kejayaannya di Jawa Tengah. Para pemimpin dan penduduknya adalah penganut Buddha aliran Mahayana yang taat. Mungkin saja sebelumnya mereka menganut agama Hindu Siwa jika dilihat dari Prasasti Sojomerto.

Apakah Anda mengenal nama Rakai Panangkaran? Ah, laki-laki itu…. Mungkin jika sang pewaris Sanjaya itu tidak mengizinkan umat Buddha untuk membangun candi, tidak akan ada Borobudur. Selepas kepergiannya, Borobudur belum selesai dibangun. Butuh waktu hampir 100 tahun untuk merampungkannya.

Ada teori yang mengatakan kalau Borobudur dulunya dibangun di atas danau, sehingga terapung seperti bunga teratai. Entahlah benar atau tidaknya teori tersebut. Borobudur tetap selalu menakjubkan.

Candi Prambanan

Anda pasti membayangkan bagaimana murkanya Bandung Bondowoso setelah mengetahui dirinya dikelabui oleh Roro Jonggrang. Dia pun mengutuk sang putri menjadi patung. Sayangnya, kisah itu hanya legenda yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Dalam khayalan terliar, Anda barangkali sudah membayangkan melihat sosok Rakai Panangkaran. Raja kedua dari Kerajaan Mataram Kuno itu beragama Hindu, tapi dia memiliki toleransi beragama yang tinggi. Buktinya, dia mendukung pembangunan candi-candi Buddha.

Rupanya, toleransi tetap menyisakan rasa persaingan bagi generasi sesudahnya. Rakai Pikatan, raja keenam dari Kerajaan Mataram Kuno, membangun Candi Prambanan karena ingin menyaingi kemegahan Borobudur. Ada dugaan bahwa pembangunan candi Hindu tersebut untuk menandai kembalinya kekuasaan keluarga Sanjaya di tanah Jawa.

Saat Anda sedang berdiri di pelataran luar candi, bisakah Anda membayangkan bahwa dulunya tempat itu dipijak oleh ratusan pendeta Brahmana. Bersama murid-muridnya, para pendeta mempelajari kitab Weda dan melakukan ritual keagamaan.

Istana Raku Baka

Saat Anda menyusuri kompleks purbakala itu, Ratu Boko juga melakukan hal yang sama berabad-abad silam. Melewati gerbang, dia menapaki pendopo sampai tempat tinggal. Sesekali  menikmati saat-saat berendam di kolam pemandian. Ada kalanya dia bermeditasi di ceruk gua.

Letaknya yang di atas bukit membuat istana tersebut agak tersembunyi sekaligus diliputi udara yang sejuk. Namun, posisi istana bukannya tanpa alasan. Keberadaannya di atas bukit menjadikannya sebagai kubu pertahanan jika sewaktu-waktu terjadi peperangan.

Ratu Baka memiliki makna harfiah yaitu Raja Bangau. Dia adalah ayah dari Roro Jonggrang. Kompleks pun sering dikaitkan dengan legenda rakyat setempat.

Diperkirakan, istana tersebut sudah digunakan sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno, tepatnya pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran. Bahkan, Istana Ratu Boko juga memiliki Prasasti Abhayagiri Wihara yang menyebutkan tentang Rakai Penangkaran. Bayangkan lagi seperti apa sosok Rakai Penangkaran mengingat namanya terukir di banyak prasasti, diceritakan di setiap epos tanah Jawa.

Persiapkan berbagai hal sebelum menjelajahi situs-situs bersejarah itu. Mulai dari persiapan fisik, akomodasi, sampai kamera untuk mengabadikan setiap detail dari arsitektur kuno. Untuk soal akomodasi, Anda bisa mereservasi hotel terlebih dahulu di Airy Rooms.

Banyak hotel murah di Jogja yang tersedia di jaringan hotel Airy Rooms. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas memadai, termasuk AC dan wifi gratis yang selayaknya menjadi kebutuhan utama. Unduh aplikasinya sekarang di Play Store atau App Store dan pesan sebelum full booked.

Setelah ‘terlempar’ di Kerajaan Mataram, Anda butuh beristirahat di hotel yang nyaman, bukan? Selamat bertamasya di Jogja.

Tips Rumah Dijual Mudah dan Cepat Laku
Tips Sewa Apartemen Dengan Untung Besar
Mengajarkan Anak tentang Keuangan Sejak Dini
Cara Menghilangkan Noda Cokelat di Pakaian
Asal Mula Budaya Minum Teh di Inggris dan Indonesia
Peluang Usaha Modal Kecil ini Hasilkan Untung Besar
Manfaat Yoghurt Heavenly Blush untuk Kesehatan
Alasan Kenapa Go-Jek Akan Sukses di Bali
Review One More Light
Kesan Bermain Persona 5
One More Light, Album Baru Linkin Park di 2017
Vainglory 2017
VG Lore : Petal
VG Lore : Flicker
VG Lore : The Rise of the Star Queen
VG Lore : Baron